Cuaca Ekstrem Mengintai Jawa Barat.
BANDUNG (LB)- Masyarakat Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi secara bertahap hingga akhir Januari 2026.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Jawa Barat berpeluang mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai kilat dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Potensi cuaca buruk tersebut mulai terdeteksi pada 21 Januari 2026 dan diperkirakan masih berlanjut pada 22 hingga 23 Januari 2026. Jawa Barat termasuk salah satu wilayah yang konsisten masuk dalam zona rawan dampak cuaca ekstrem selama periode tersebut, bersama sejumlah daerah lain di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini sangat dinamis. Perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat, sehingga masyarakat diimbau tidak lengah terhadap potensi hujan lebat, petir, maupun angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Cuaca bersifat sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan atmosfer terbaru. Karena itu, masyarakat dan pemangku kepentingan perlu terus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan warga Jawa Barat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk perjalanan darat, laut, maupun udara. Risiko seperti genangan, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi berpotensi terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem.
Untuk meminimalkan risiko, BMKG mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG.go.id, serta kanal media sosial resmi @infobmkg. Informasi tersebut diperbarui secara berkala berdasarkan hasil analisis dan data meteorologi terbaru. Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan masyarakat Jawa Barat dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini. *
