Raphinha memperdayai kiper Atleico Madrid guna mencetak gol.
BARCELONA – Barcelona bangkit dari ketertinggalan untuk mengatasi perlawanan Atletico Madrid dengan skor 3-1 pada lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion Camp Nou, Barcelona, Rabu (3/12) dini hari WIB.
Barcelona kebobolan lebih dahulu lewat gol Alex Baena (19). Barcelona lalu menyamakan kedudukan berkat gol Raphinha (26′) dan pada akhirnya menang via aksi Dani Olmo (65′) dan Ferran Torres (90+6′).
Tiga poin dari pertandingan itu membuat Barcelona semakin mengokohkan posisi mereka di peringkat pertama klasemen sementara Liga Spanyol musim ini dengan 37 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilalui. Sementara Atletico Madridbelum beranjak dari peringkat keempat klasemen dengan 31 poin dari 15 laga.
Partai ini merupakan bagian dari pekan ke-19 Liga Spanyol 2025-2026. Karena kedua tim juga terlibat dalam Piala Super Spanyol, pihak LALIGA memutuskan untuk memajukan jadwal pertandingan ini.
Barca menunjukkan dominasi mereka dengan menciptakan lebih banyak tembakan ke gawang sebanyak 19 kali berbanding 7 milik Atletico. Peluang yang mereka catatkan juga lebih berkualitas, tercermin dari angka ekspektasi gol mereka yang 3,60xG berbanding 0,98xG dari sang tim tamu.
Pelatih Barca Hansi Flick begitu gembira dengan hasil ini. Sebelumnya, Flick berada dalam sorotan setelah terlihat emosional usai pertandingan melawan Deportivo Alaves dan memerlukan dukungan dari Raphinha.
“Penampilan kami berada di level yang berbeda; kami bermain melawan tim hebat. Kami berjuang bersama, itulah yang saya lihat di laga ini. Itu luar biasa, fantastis, salah satu pertandingan terbaik musim ini. Setelah pertandingan terakhir, saya katakan kami kembali ke level kami. Di laga ini kami mengambil langkah lain. Kami memperbaiki banyak hal yang perlu diperbaiki. Kami tidak menyerah, dan saya sangat bangga dengan tim saya,” kata Flick kepada Mundo Deportivo.
Bagi Flick, kemenangan ini membawa Barca lebih percaya diri menatap laga-laga berikutnya. “Ya, tentu saja. Selalu menyenangkan mendapatkan kepercayaan diri melawan tim sebagus Atletico. Kita lihat saja apakah ini titik balik. Saya pikir ini salah satu pertandingan terbaik kami; saya sangat menyukai apa yang saya lihat selama 90 menit. Kami pantas mendapatkan 3 poin,” ujarnya.
Walau makin nyaman di puncak klasemen, Flick belum mau membicarakan peluang juara timnya. “Masih jauh, masih banyak yang harus dilalui. Kami berada di puncak klasemen dan saya senang dengan perkembangannya, tetapi kami belum bisa mengatakan ini level tertinggi. Kami selalu ingin berkembang dan belajar. Itulah mentalitas dan sikap kami,” kata Flick.
Robert Lewandowski lagi kurang bersahabat dengan tendangan penalti. Di laga itu, bola tembakan 12 pas darinya melambung jauh terbang tinggi di atas sasaran. Hal itu terjadi di menit ke-35. Tim tuan rumah mendapat hadiah penalti setelah Olmo dilanggar Pablo Barrios di kotak terlarang.
Kegagalan Lewandowski mencetak gol penalti membuatnya mendapat rating paling rendah di antara para starter Barcelona. Dia diberi angka 5,4 dari Sofascore, meskipun ikut menyumbang assist untuk gol Dani Olmo.
Flick, tak ambil pusing dengan kegagalan Lewandowski tersebut. Baginya yang terpenting poin penuh berhasil direbut Blaugrana. “Kami bisa saja mencetak gol penalti, tapi kami tidak menyerah. Saya bangga dengan apa yang saya lihat (dalam laga),” kata Flick.
Ini menjadi kali kedua Lewandowski gagal mencetak gol penalti dari tiga kesempatan pada musim 2025/2026. Penyerang asal Polandia itu sebelumnya tak kuasa menjalankan tugas dengan sempurna sebagai algojo saat Barca tumbang 1-4 dari Sevilla awal Oktober lalu.
Nasib bak roller-coaster dialami Olmo. Usai menyumbang gol buat Los Cules, ia lantas mengalami cedera Ia kehilangan keseimbangan saat menembak masuk bola ke gawang. Gelandang berusia 27 tahun ini terjatuh dalam posisi salah dan mengalami masalah pada bahu kirinya.
Staf medis berusaha membantu Olmo yang tergeletak di lapangan usai mencetak gol. Pemain bernomor punggung 20 ini dinyatakan tak bisa melanjutkan pertandingan dan digantikan Marcus Rashford. “Dia mengalami masalah pada bahunya,” kata Flick.
Sementara pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone tak kecewa dengan hasil laga, bahkan menyebut performa Raphinha luar biasa. “Saya mengaguminya. Dia melakukan segalanya, bermain di sayap, turun sebagai bek sayap, bergerak ke tengah, mencetak gol, menekan. Saya tidak tahu bagaimana dia bisa tidak memenangkan Ballon d’Or,” ujar Simeone di situs klub.
Simeone juga tetap suka dengan penampilan timnya. “Para pemain memberi segalanya. Kami bermain tanpa takut dan terus mencari gol. Tapi kami tak bisa memanfaatkan tiga peluang besar untuk menyamakan kedudukan. Skor 3-1 tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan,” tandasnya.***
