Cegah Keracunan Massal MBG Bertambah, DPRD KBB Desak Hentikan Sementara

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menelan korban. Ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor mengalami keracunan massal usai menyantap menu makanan program Pemerintah Pusat itu. 

NGAMPRAH (LB)- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menelan korban. Ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor mengalami keracunan massal usai menyantap menu makanan program Pemerintah Pusat itu. 

Data terbaru menunjukkan jumlah korban keracunan massal usai menyantap MBG di Cipongkor  terus meningkat hingga mencapai 619 siswa pada Rabu 24 September 2025 malam.
Para siswa yang mengalami gejala keracunan tersebar di berbagai fasilitas kesehatan. Wakil Ketua DPRD KBB, Dadan Supardan, langsung turun tangan memantau penanganan korban di cipongkor dan RSUD Cililin hingga larut malam.
“Lonjakan korban sangat signifikan. Data terakhir mencapai 619 siswa. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Dadan, Kamis (25/9). Dadan menuturkan, para korban mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari, Cipongkor. Sembilan sekolah terdampak, termasuk SMK Karya Perjuangan, MI 3 Cipongkor, dan beberapa sekolah lainnya.
“SPPG yang memasok MBG ke-9 sekolah ini berbeda dengan SPPG sebelumnya yang sudah dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Dadan.
Menyikapi kejadian keracunan yang sudah terjadi tiga kali dalam waktu berdekatan, Dadan mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk menghentikan sementara program MBG di seluruh KBB. Langkah ini dianggap perlu untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan di Laboratorium Jawa Barat, program mbg sebaiknya dihentikan sementara. Kita harus tahu dulu akar permasalahannya,” tegas Dadan.
Dadan juga menyarankan perbaikan pada program MBG, mulai dari dapur SPPG hingga standar kualitas bahan baku. “Pengawasan ketat dari instansi terkat serta keberadaan ahli gizi di setiap SPPG itu sangat penting dilakukan,” tandasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *