Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid.
TANGERANG (LB)- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menilai kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 mampu mendorong geliat ekonomi daerah khususnya di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Untuk kegiatan Nobar Piala Dunia 2026 nanti fasilitas yang kami sediakan juga ditambah dengan UMKM yang ada di wilayah setempat, supaya roda perekonomian bisa tetap berjalan,” kata Bupati Maesyal di Tangerang, Banten, Kamis (18/6).
Menurut dia, gelaran nonton bareng sepak bola pada ajang FIFA World Cup ini menjadi agenda yang sangat di
Melihat kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui instruksi dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ tentang Penyelenggaraan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 telah menyiapkan kegiatan nonton bareng Piala Dunia Tahun 2026.
“Nanti kalau sudah mulai masuk perempat final atau semi final, kita agendakan bareng-bareng. Biasanya nanti di alun-alun,” ujarnya.
Ia mengatakan nonton bareng Piala Dunia ini rencananya digelar di 29 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Di mana, Alun-alun Tigaraksa menjadi lokasi sentral penyelenggaraan dari gelaran pertandingan sepakbola tersebut.
“Biasanya itu camat-camat juga menyelenggarakannya. Nanti saya akan buatkan edaran juga camat-camat juga nonton juga bareng dengan warga,” kata dia.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengimbau daerah untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 untuk menggerakkan perekonomian dan memberikan hiburan bagi masyarakat.
Mendagri Tito menceritakan pengalamannya soal masyarakat Indonesia yang memiliki kecintaan yang besar terhadap sepak bola, termasuk kompetisi internasional.
Antusias tersebut biasanya semakin meningkat saat gelaran Piala Dunia berlangsung, bahkan menjadi tradisi yang dirayakan secara meriah oleh masyarakat.
“Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur pernah jadi Kapolda di Papua, saya pun mengikuti di sana tuh lebih ramai lagi (perayaan Piala Dunia),” kata Mendagri Tito dalam keterangannya di Jakarta.
Menurutnya, kegiatan nobar yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.
Selain itu berbagai bentuk perayaan yang dilakukan masyarakat selama mendukung tim favoritnya juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal. “Kita akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng memanfaatkan memancing UMKM untuk bergerak dan lain-lain, tapi tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Tito. *
