Laga Bodo/Glimt melawan Inter Milan.
BODO – Bodo/Glimt secara mengejutkan mengalahkan Inter Milan 3-1 pada leg pertama play-off Liga Champions yang berlangsung di Aspmyra Stadium, Kamis (19/2) dinihari WIB.
Tuan rumah membuka keunggulan lewat Sondre Fet di menit ke-20. Lalu Inter bikin gol penyama kedudukan dari gol Pio Esposito di menit ke-30.
Di babak kedua, Bodo/Glimt bikin dua gol dalam rentang tiga menit. Gol tersebut lahir lewat Jens Petter Hauge di menit ke-61 dan Kasper Hogh di menit ke-64.
Hasil ini bikin Nerazzurri harus menang lebih dari dua gol pada leg kedua yang berlangsung di Giuseppe Meazza (25/2). Sementara, Bodo/Glimt hanya perlu tak kalah lebih dari satu gol di leg kedua untuk ke 16 besar.
Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen mengaku senang dengan performa timnya. “Laga ini sangat berat, tetapi kami bisa memberikan yang terbaik. Para pemain tampil dengan semangat dan motivasi yang tinggi, mengingat lawan yang kami hadapi sangat kuat,” kata Knutsen di situs klub.
Sebelum laga, Knutsen menyindir Inter seiring dengan kontroversi yang tercipta melawan Juventus. Inter berangkat ke Norwegia dengan modal kemenangan 3-2 atas Juve di laga bertajuk Derby d’Italia.
Namun, kontroversi mencuat setelah pertandingan di Stadio San Siro. Kartu merah Pierre Kalulu dianggap sebagai kesalahan seiring dengan diving Alessandro Bastoni.
“Yang perlu dibahas dalam hal ini adalah penggunaan VAR. VAR digunakan untuk mencegah terjadinya perilaku tidak sportif. Saya harap ini akan menjadi pertandingan yang adil,” kata Knutsen, dilansir dari laporan jurnalis Alfredo Pedulla.
Hogh mengaku gembira bisa memberikan kemenangan untuk timnya. “Saya merasa hebat dan saya bersyukur bisa bermain untuk tim ini. Saya senang bisa membantu tim dengan memberikan assist dan mencetak gol. Saya bermain di tim yang bagus, itu bagus,” kata Hogh.
Sementara pelatih Inter Milan,Cristian Chivu, mengakui anak asuhannya kesulitan bermain di rumput sintetis. Hal ini membuat Si Ular sulit tampil optimal.
Aspmyra Stadium memang menggunakan rumput sintetis karena suhu di kandang Bodo/Glimt sering berada dalam kondisi minus derajat celcius. Hal ini bikin rumput alami susah tumbuh di sana-sana.
“(Mereka) lebih terbiasa dengan lapangan ini, itu bukan alasan. Pertandingan masih terbuka lebar, masih ada leg kedua. Kami tahu mereka adalah tim yang bisa menyulitkan kami saat serangan balik, sekarang kami akan mencoba melaju ke babak selanjutnya di San Siro,” jelas Chivu melalui FCInter1908.
Ia juga menilai kegagalan Inter meredam serangan balik cepat Bodo/Glimt juga jadi sebab kekalahan anak asuhannya. Hal serupa tak boleh lagi terulang di leg kedua. Chivu yakin Inter bisa bangkit di leg kedua. “Kami berusaha, meskipun kondisi lapangan buruk. Itu bukan alasan, tetapi saya tidak bisa terlalu keras menyalahkan para pemain,” kata Chivu.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Inter Milan tidak cuma pulang dengan kekalahan, tapi juga dengan kabar buruk soal cedera Lautaro Martinez. Sang pemain yang turun sejak awal harus ditarik keluar pada menit ke-61. Chivu menyebut bahwa kapten Inter itu mengalami cedera yang cukup serius.
“Kami kehilangan Lautaro. Dia cedera. Tapi ada pemain lain yang juga bermasalah dan kami akan mengevaluasinya besok. Cedera Lautaro cukup serius. Saya kira dia cedera dan akan absen sementara waktu,” ujar Chivu. Di laga lain, Club Brugge bermain imbang 3-2 kontra Atletico Madrid yang berlangsung di Jan Breydel Stadium, Kamis (19/2).***
