Samuel Dahl, Pemain Benfica.
LISBON – Benfica menjamu Napoli pada matchday 6 league phase Liga Champions 2025/2026 yang dihelat di Estadio da Luz, Kamis (11/12) pukul 03.00 WIB. Laga diperkirakan berlangsung seru.
Pertemuan Benfica dan Napoli menghadirkan skenario penuh tekanan bagi tuan rumah. Pelatih Jose Mourinho masih mencari kemenangan kandang pertama di Liga Champions musim ini, dan situasi klasemen membuat duel ini terasa seperti laga hidup-mati.
Napoli datang sebagai juara bertahan Serie A yang tengah menemukan momentumnya kembali sehingga laga ini mempertemukan dua tim dengan urgensi berbeda dan dua pelatih yang sama-sama keras kepala dalam soal taktik.
Mourinho sedikit bernapas lega setelah Benfica mengakhiri tren tiga kekalahan beruntun tanpa mencetak gol saat mereka menumbangkan Ajax di Amsterdam pada laga sebelumnya.
Gol cepat Samuel Dahl dan penyelesaian matang Leandro Barreiro menjaga harapan menuju fase gugur tetap menyala, tetapi posisi mereka masih berada di luar zona playoff. Situasi tersebut membuat Benfica hampir wajib memenangkan tiga laga terakhir merek, sebuah tugas berat mengingat lawan yang menanti adalah Napoli, Juventus dan Real Madrid.
Di sisi lain, hubungan pribadi Mourinho dan Antonio Conte memberi bumbu tambahan. Dari delapan pertemuan sebelumnya, Mourinho hanya unggul dua kali dan kalah empat, termasuk di final FA Cup 2018. Rekam jejak itu mempertegas bahwa duel ini bukan sekadar adu taktik, tetapi juga adu ego dua pelatih yang pernah berseteru di Inggris.
Bagi Mourinho, kemenangan beruntun di Liga Champions terakhir kali diraih pada 2018 sehingga motivasi pribadinya terlapis oleh tuntutan situasi tim.
Benfica sendiri tidak datang dengan kondisi ideal. Mereka baru saja bermain imbang 1-1 dengan Sporting Lisbon. Sementara Napoli membawa modal lebih meyakinkan usai mengalahkan Juventus di Serie A.***
