BARCELONA – Barcelona menjamu Inter Milan pada leg 1 semifinal Liga Champions 2025 yang berlangsung di Estadi Olímpic Lluís Companys, Kamis (1/5) pukul 02.00 WIB. Laga diprediksi berjalan ketat dan seru.
Setelah perjuangan fisik berat di final Copa del Rey 2025 melawan Real Madrid, pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, diperkirakan akan melakukan beberapa perubahan dalam starting XI saat menghadapi Inter Milan.
Salah satu perubahan besar yang mungkin dilakukan Flick adalah menurunkan Fermín López sejak awal. Gelandang muda asal Huelva itu tampil luar biasa saat menggantikan Pedri di babak tambahan waktu melawan Madrid.
Dalam 55 menit penampilannya, Fermín mencatat 19 umpan sukses, empat kali merebut bola, dan memenangkan enam duel individu, memberikan kontribusi vital dalam mengembalikan dominasi Barcelona di lapangan.
Penampilan gemilang Fermín bersama Gavi yang juga impresif, menjadi kunci bagi Barcelona untuk menahan serangan Madrid dan berbalik unggul. Dengan performa seperti itu, peluang Fermín untuk turun sebagai starter melawan Inter terbuka lebar.
Selain Fermín, Ronald Araujo juga diperkirakan akan kembali mengisi posisi di lini belakang. Bek Uruguay itu tampil solid setelah masuk menggantikan Gerard Martín di menit ke-85 saat final Copa del Rey. Dalam penampilannya, Araujo hanya sekali salah mengirim umpan dari 12 percobaan.
Dengan kelelahan yang dialami oleh Iñigo Martínez dan Pau Cubarsí, Araujo menjadi opsi logis bagi Flick untuk menjaga soliditas pertahanan Blaugrana. Iñigo, meski tampil gemilang dengan 80 umpan sukses dari 89 percobaan di final, mungkin akan diistirahatkan demi menjaga kebugaran menghadapi jadwal padat.
Pedri, yang bermain selama 98 menit sebelum digantikan Eric García, juga berpotensi mendapat istirahat sebagian waktu di pertandingan melawan Inter, tergantung pada situasi pertandingan. Dani Olmo yang tampil kurang maksimal di final, tetap memberikan kontribusi penting dengan menciptakan dua peluang bersih yang sayangnya gagal dikonversi oleh Raphinha.
Sementara itu, Alejandro Balde dan Robert Lewandowski dipastikan absen karena cedera, bergabung dengan Marc Casadó dan Aleix Garrido yang juga masih dalam proses pemulihan.
Flick menyebutkan laga nanti bakal berjalan ketat. Ia pun meminta timnya untuk fokus. “Ini laga semifinal, tentu situasinya beda karena tantangannya lebih berat. Kami berjuang untuk meraih kemenangan. Tetap kami juga tahu Inter adalah tim bagus. Mereka sejauh ini sudah tampil gemilang di ajang ini. Maka yang bisa kami lakukan nanti adalah fokus dan fokus ke permainan,” kata Flick di situs klub.
Pedri sendiri begitu termotivasi di laga nanti. Apalagi ia terinspirasi sukses Rodri memenangi Ballon d’Or 2024. Pedri mengaku ingin memenanginya juga, tapi fokusnya sekarang membantu Barcelona merebut treble.
Pedri memang berpeluang bagus untuk meramaikan persaingan Ballon d’Or 2025. Pedri merupakan salah satu pemain kunci Barcelona, yang tampil sensasional di sepanjang 2024/2025. Barca baru saja merengkuh trofi Copa del Rey, masih memimpin klasemen Liga Spanyol, serta menembus empat besar semifinal Liga Champions.
“Sejak Rodri memenanginya, hal itu telah menunjukkan bahwa seorang pemain tengah dan mendikte tempo dan ritme permainan bisa memenangi sebuah Ballon d’Or. Saya sangat senang karena dia memenanginya karena terlepas dari musim yang dia jalani, saya sungguh menikmati bermain dengan dia ketika aku berada di tim nasional. Tapi yang terdekat adalah kami menghadapi Inter, yang bakal menjadi pertandingan ketat. Saya dan seluruh tim berjuang untuk terus melaju ke babak puncak. Tapi kami tak boleh meremehkan tim lawan,” kata Rodri di situs klub.
Sementara itu, Inter Milan harus bisa bangkit menghadapi laga berat nanti. Tim asuhan Simone Inzaghi ini mengalami kekalahan di tiga pertandingan terakhir baik di Liga Italia maupun Coppa Italia. Inter yang awalnya masih berambisi meraih treble winners atau tiga gelar juara dalam semusim, kini melihat harapan mereka sirna.
Raihan paling realistis bagi mereka saat ini adalah meraih double winners di Liga Italia dan Liga Champions. Namun situasinya tidak mendukung bagi Inter kecuali jika mereka bisa cepat bangkit di Barcelona. Inzaghi harus bisa memotivasi Lautaro Martínez dan kolega untuk bisa memberikan performa terbaik di kandang Barca.
Tidak hanya kondisi fisik, namun mental pemain harus segera dipulihkan. Jika tidak, ambisi treble yang gagal terwujud bisa-bisa berubah menjadi trouble atau masalah.
“Tiga kekalahan beruntun ini tentu menyakitkan dan kami tidak terbiasa dengan hal seperti itu. Kami sekarang harus melihat diri sendiri dan coba memulihkan fisik, mental, dan energi. Sekarang kami menghadapi Barcelona dengan rasa hormat, bukan rasa takut,” kata Inzaghi di laman resmi klub.
Inzaghi diperkirakan akan menurukan Yann Sommer (kiper); Yann Bisseck, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Federico Dimarco, Hakan Çalhanoğlu, Nicolò Barella, Henrikh Mkhitaryan; Martínez dan Marcus Thuram.***
