Ferran Tores saat melesatkan gol ke gawang Atletico Madrid.
BARCELONA – Barcelona menyingkirkan Atletico Madrid 1-0 untuk maju ke final Copa del Rey. Kelolosan itu semakin menegaskan dominasi Barca atas rivalnya itu di kompetisi ini.’
Dalam laga semifinal leg kedua di Metropolitano, Kamis (3/4) dinihari WIB, Barca menang lewat gol tunggal Ferran Tores di babak pertama. Barca pun ke final dengan keunggulan agregat 5-4. Di partai puncak, Barca berjumpa dengan rival abadinya, Real Madrid.
Barcelona tidak terkalahkan dalam delapan duel di Copa del Rey sejak 2008/09 dengan enam kemenangan. Barca memenangi empat duel melawan Atletico untuk pertama kalinya.
“Pertandingan tadi itu adalah peperangan, ada sebuah final yang dipertaruhkan. Kami melakukan segalanya sebisa mungkin dan di tangan kamilah untuk meraih kemenangan dan mengamankan tempat di final,” ujar Torres dikutip Mundo Deportivo.
Torres juga termotivasi untuk melawan El Real. Madrid meraih tiket ke final setelah mendepak Real Sociedad di semifinal dengan agregat 5-4. Los Blancos menang 1-0 di leg pertama dan bermain imbang 4-4 pada pertemuan kedua.
“Final sangat memotivasi, bayangkan melawan rival langsung. Secara internal kami merasa seperti favorit tetapi kami tidak boleh santai. Kita harus terus bekerja dengan kerendahan hati dan hal-hal baik pasti akan datang,” kata Torres.
Barcelona pun menjaga mimpinya untuk meraih treble winner. Robert Lewandowski dkk saat ini memuncaki klasemen Liga Spanyol dan sudah sampai perempatfinal Liga Champions.
Pelatih Barcelona Hansi Flick tak menutupi ambisi timnya untuk meraih treble. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Barcelona harus tetap fokus menghadapi pertandingan satu per satu.
“Ini momen yang bagus, tapi saya berpengalaman, saya tahu seberapa cepat semuanya bisa berubah. Bermimpi itu boleh dan kami akan bekerja sangat keras dan tetap fokus. Meraih gelar juara itu mimpi yang besar buat kami. Kami sudah punya yang pertama (Piala Super Spanyol), tapi klub masih punya banyak ruang untuk lebih banyak trofi,” ujar Flick seperti dilansir ESPN.
Terkait laga final nanti, bagi Flick, itu bukan hal yang paling penting saat ini. Final Copa del Rey antara Barcelona dan Madrid akan digelar di Estadio La Cartuja, Sevilla, pada 26 April.
Sebelum laga tersebut, Barcelona dan Madrid masih harus menjalani sejumlah pertandingan, termasuk di Liga Champions. “Saya hidup di masa kini, bukan di masa lalu atau masa depan. Itulah kenapa saya tidak berpikir soal final. Kalau Anda tanya soal final, saya akan bilang pertandingan berikutnya adalah (melawan Real) Betis. El Clasico, oke itu bagus, tapi kami harus memainkan banyak pertandingan sebelumnya,” tandasnya.
Sementara itu, setelah juga tersingkir dari Liga Champions, Atletico mengalami pukulan berat dengan kegagalan di ajang piala domestik. Kekalahan ini memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka menjadi enam laga berturut-turut.
Dengan posisi mereka yang tertinggal enam poin dari Barcelona di klasemen La Liga, musim ini kemungkinan besar akan menjadi musim keempat berturut-turut tanpa trofi bagi Los Rojiblancos.
Walau demikian, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tetap bangga dengan performa timnya sepanjang musim ini. “Tim telah bersaing dengan sangat baik sejauh ini, di Liga Champions kami tampil kompetitif, di Copa del Rey juga, dan kami menjalani musim liga yang bagus. Kami akan terus melangkah dengan pendekatan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar Simeone.
Kini, satu-satunya harapan tersisa bagi Atletico adalah La Liga. Namun, harapan tersebut terlihat makin berat, mengingat mereka kini tertinggal jauh dari Barcelona yang memimpin dengan 66 poin.
Real Madrid berada di posisi kedua dengan selisih tiga poin, sementara Atletico di peringkat ketiga dengan jarak enam poin lebih jauh dalam perburuan gelar, dengan hanya sembilan laga tersisa.
“Dalam sepak bola, ada momen-momen baik dan ada yang kurang baik. Ada saat di mana Anda mengendalikan permainan, dan ada juga saat di mana Anda lebih banyak mengontrol lawan. Sepanjang musim, kami harus tahu bagaimana mengelola berbagai situasi, baik itu momen yang bagus, biasa saja, atau sulit. Harapan kami adalah bisa menyelesaikan musim ini sebaik mungkin dengan pendekatan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya,” tutur Simeone.***
