Mikel Arteta dan Declan Rice, harus berjuang maksimal untuk Arsenal.
LONDON – Arsenal sudah hat-trick runner up di Liga Inggris. Persisnya tiga kali beruntun finis di peringkat kedua klasemen pada 2023, 2024 dan 2025. Mereka disalib Manchester City dua kali dan terakhir Liverpool.
Situasi tersebut rupanya tidak asing buat Arsenal. Menilik Transfermarkt, Arsenal pernah berada di ‘siklus’ tersebut pada 1998, 1999 dan 2000. Ketika itu, Manchester United hat-trick jadi kampiunnya. Namun selanjutnya di musim 2000/2001, The Gunners bisa jadi juara.
Arsenal bisa kembali raih titel juara Liga Inggris di musim 2003/2004. Itulah kali terakhir Meriam London jadi kampiun di era Arsene Wenger. Lantas bagaimana dengan musim 2025/2026?
Pemain Arsenal Declan Rice begitu optimis. Bahkan ia percaya dirinya bisa berkontribusi lebih ke tim di musim baru nanti. Ia mengincar gol dan asis lebih banyak, serta ingin lebih berdampak ke tim.
Rice mencetak sembilan gol dan 10 asis dalam 52 penampilan semua ajang musim lalu. Catatan itu sedikit lebih baik dari musim perdananya bareng The Gunners, dengan tujuh gol dan 10 asis.
Perubahan peran yang dimulai sejak musim kemarin memungkinkan ia untuk lebih dekat ke gawang lawan. Ia kini bermain lebih sebagai gelandang box to box alih-alih sebagai jangkar.
Datangnya Martin Zubimendi dan Christian Noorgard memperkuat dugaan bahwa Mikel Arteta memang akan sepenuhnya memberikan keleluasaan padanya untuk bermain lebih maju.
“Menurut saya manajer sekarang lebih melihat saya sebagai pemain box to box dan rasanya di penghujung musim lalu, setelah natal, saya menunjukkan sepenuhnya kemampuan saya di posisi itu dan benar-benar melejit. Saya memasang tuntutan besar pada diri sendiri musim ini. Saya sungguh mencoba mendesak diri saya karena di bagian akhir musim lalu, saya menutupnya dengan sangat-sangat bagus,” kata Rice dikutip BBC.
Gelandang 26 tahun itu bertekad memperbaiki angka-angkanya musim ini. Harapan lainnya adalah langsung tokcer sejak awal musim, mengingat ia hanya mengukir dua gol dan 5 asis sebelum Natal pada musim lalu. Dan tentu yang diimpikan adalah meraih trofi.
“Lebih banyak gol. Lebih banyak asist. Lebih berdampak ke pertandingan. Bukan cuma melakukannya di bagian akhir musim, tapi melakukannya semusim penuh dan memasang target untuk diri sendiri. Namun yang paling penting adalah meraih trofi,” ujar Rice.
Terkait kedatangan Noni Madueke, ia meminta para suporter Arsenal untuk memberi sang pemain kesempatan dulu. Jangan buru-buru menolak dan menutup mata terhadap kebutuhan tim.
“Kalau Anda seorang pemain depan dan dalam pikiran Anda yang pertama kali terlintas adalah melewati bek penjaga, itu adalah sebuah karakter luar biasa. Dia akan membawa itu ke skuad bersama dengan para winger lain yang kami punya. Dia lapar sukses, dia ingin bermain buat Arsenal, dan itulah tipe pemain yang kami inginkan,” kata Rice.
Sementara manajer Mikel Arteta mengaku puas dengan adaptasi cepat para rekrutan baru Arsenal. Para rekrutan baru The Gunners tampil menjanjikan saat mengalahkan AC Milan 1-0 di National Stadium, Singapura, Rabu (23/7) malam WIB. Gol tunggal Arsenal diciptakan oleh Bukayo Saka di menit ke-53.
Laga ini dilanjutkan ke adu penalti meski dimenangkan oleh Arsenal dalam 90 menit. Adu pinalti ditujukan hanya untuk menghibur penonton.
Pada babak tos-tosan, Milan menang 6-5. Adu penalti juga punya sistem yang tak biasa dengan melibatkan 10 penendang. Empat eksekutor Arsenal gagal menjalankan tugasnya, sedangkan di kubu Milan hanya tiga pemain yang gagal bikin gol lewat titik putih.
Arteta, menurunkan semua pemain anyarnya kecuali Madueke pada laga ini. Madueke yang baru direkrut dari Chelsea belum bergabung dengan skuad Arsenal.
Sementara rekrutan baru lainnya yaitu Christian Norgaard yang didatangkan dari Brentford, Kepa Arrizabalaga yang juga direkrut dari Chelsea, dan Martin Zubimendi yang ditebus dari Real Sociedad tampil di laga melawan AC Milan.
“Saya rasa mereka beradaptasi dengan sangat-sangat cepat. Kami punya sekelompok pemain yang luar biasa dan mereka langsung merasa sangat diterima. Terlihat jelas, mereka sangat santai, sangat percaya diri dalam segala hal yang dilakukan, dan sekali lagi, penampilan mereka sangat positif,” jelas Arteta dikutip dari situs Arsenal.***
