Sukacita skuad Arsenal meraih trofi Liga Inggris 2025/2026.
LONDON – Arsenal menuntaskan laga terakhir Premier League dengan manis. Meriam London mengalahkan Crystal Palece 2-1 dalam laga yang berlangsung di Selhurst Park, Minggu (24/5) malam WIB.
Gol-gol Arsenal dicetak oleh Gabriel Jesus dan Noni Madueke, sementara Jean-Philippe Mateta kemudian mencetak gol hiburan Crystal Palece di penghujung laga.
Arsenal pun menuntaskan musim ini di puncak klasemen dengan 85 poin. Manchester City, yang sudah tak punya tujuan, ada di urutan kedua dengan 78 poin usai kalah 1-2 dari Aston Villa.
Arsenal berhasil mengangkat trofi Premier League 2025/2026 setelah tiga musim beruntun hanya menjadi runner-up. Manajer Mikel Arteta mengungkapkan kegembiraannya. Dia bahkan menggiring pemainnya mendekati tribune Gooners untuk memamerkan trofi.
“Ini indah. Lihatlah kegembiraan semua orang, mereka telah menunggu ini begitu lama. Kami telah mengalami momen-momen sulit di sepanjang musim, tetapi semuanya sepadan ketika Anda melihat reaksinya,” kata Arteta kepada Sky Sports.
Dalam siaran langsung di televisi, Arteta sempat terlihat mencoba menjauh lebih dahulu dari pemainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatih asal Spanyol itu mau agar Martin Odegaard dan kolega tak kehilangan panggungnya.
Arteta sebelum laga menjalani wawancara dengan Sky Sports, yang di sana ada trofi Premier League. Setelah wawancara selesai, Arteta ditawari untuk menyentuh trofi dan menolak karena menyebut pemain yang lebih berhak menyentuh lebih dahulu.
“Sekarang saatnya untuk menikmati dan melepaskan topi manajer. Saya pikir kami menunjukkan koneksi, komitmen, dan keberanian yang luar biasa. Segala sesuatu di sekitar kami telah memicu keinginan kami untuk melakukannya,” tegasnya
Kesempatan terbuka lebar buat Arsenal mengawinkan dua gelar juara musim ini. Trofi Liga Champions, yang belum pernah diraih dalam sejarah klub, bisa dimenangi pada Sabtu (30/5) malam WIB mendatang jika mampu mengalahkan Paris Saint-Germain.
“Kami sudah menaikkan standar-standar yang berbeda sekarang. Di sinilah kami saat ini, dan sekarag kami haus naik naik ke level berikutnya, dan level berikutnya akan terjadi dalam enam hari di Budapest, untuk coba memenangi Liga Champions dan kami tahu itu. Fokus kami sekarang adalah mencapai target itu. Energinya luar biasa di sekitar tim, dengan para pemain ini, semua orang, karena kami punya banyak keluar, banyak orang yang tahu satu sama lain, banyak orang yang terikat di dalam dan sekitar klub,” kata Arteta dikutip Sky Sports belum lama ini.
Martin Odegaard menjadi pemain Arsenal pertama yang mengangkat trofi Premier League 2025/2026. Kapten Meriam London tersebut merasa hal itu seperti tidak nyata.
“Rasanya seperti tidak nyata, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, tetapi saya sangat bangga, bahagia dan terharu,” kata Odegaard yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
Odegaard didatangkan Arsenal dari Real Madrid atas permintaan Arteta. Dia semula berstatus pemain pinjaman di musim 2020/2021 dan semusim berselang ditebus sepenuhnya.
Odegaard kini menjadi kapten ketiga Arsenal yang merasakan gelar era Premier League. Sebelumnya ada Tony Adams dan Patrick Vieira.
“Ini perasaan yang sangat. Berjalan menuju trofi dan menyadari semuanya adalah perasaan yang gila. Saya sangat bangga pada semua orang atas kinerjanya dan semua yang telah kami lalui, dan akhirnya bisa melewati garis finis sangat berarti bagi semua orang, jadi saya sangat bahagia,” ujar Odegaard
Gelandang Arsenal itu mengatakan bahwa trofinya ternyata berat. “Rasanya luar biasa! Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan, trofi ini juga sangat berat! Kenyataannya adalah bahwa para pemain telah bekerja sangat keras untuk trofi ini, begitu juga para fans,” kata Merino yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
Di skuad Arsenal saat ini, Gabriel Jesus menjadi satu-satunya yang sudah pernah merasakan juara Premier League. Striker asal Brasil itu sebelumnya lima kali mendapatkannya dengan kostum Manchester City.
Sementara manajer Crystal Palace Oliver Glasner menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pemain dan staf di Stadion Selhurst Park setelah melakoni pertandingan pamungkasnya di kandang. “Terima kasih untuk semua pihak yang terus mendukung tim. Mengenai sepak bola, itu bukan pertandingan terbaik kami, terutama dalam hal bertahan,” kata Glasner dilansir dari laman klub.
Pihak klub kini langsung mengalihkan fokus sepenuhnya untuk menghadapi laga Final Liga Konferensi UEFA melawan Rayo Vallecano di Leipzig demi mengincar trofi ketiga dalam dua musim terakhir.
“Apa yang mendefinisikan kelompok ini adalah mereka tidak pernah menyerah. Kami mencetak gol dan hampir mencetak gol penyeimbang. Kami harus bermain lebih baik, tetapi pasti akan bermain lebih baik melawam Rayo,” ujarnya.***
