Arsenal Tak Konsisten di Liga Inggris, Kini Fokus ke Liga Champions

Mikel Arteta, Manajer Arsenal.

LONDON – Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas diimbangi Crystal Palace dalam laga lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Kamis (24/4) dini hari WIB. Ada anggapan The Gunners sudah kepikiran Paris Saint-Germain (PSG).

Saat menjamu Palace, Arsenal  bisa unggul cepat pada menit kedua lewat Jakub Kiwior, sebelum Eberechi Eze menyamakan skor pada menit ke-24.

Arsenal menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 berkat gol Leandro Trossard pada menit ke-42. Kemenangan di depan mata sirna setelah blunder William Saliba membuat Jean-Philippe Mateta membuat skor 2-2 pada menit ke-82.

Dengan tambahan satu poin, Arsenal gagal mendekati Liverpool di puncak Liga Inggris dan membuat rivalnya itu cuma butuh hasil imbang saat menghadapi Tottenham Hotspur akhir pekan ini, untuk jadi juara.

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, ini mungkin pantas dialamatkan ke Arsenal usai diimbangi Palace. Ini tentu bukan modal bagus untuk Arsenal yang akan menghadapi leg pertama semifinal Liga Champions kontra Paris Saint-Germain pekan depan.

Ada anggapan Arsenal sengaja melepas laga liga karena sudah fokus mengejar si Kuping Besar. Namun, manajer Arsenal Mikel Arteta membantah itu.

“Semoga tidak seperti itu (kepikiran laga PSG). Saya tidak ingin menjadikan itu sebagai alasan. Tentu saja kami kehilangan banyak pemain, ada banyak pemain absen, sehingga skuad kami tipis. Tapi, kredit untuk Palace yang bermain sangat bagus, terorganisir, dan menyulitkan kami. Faktanya kami memang tidak tampil bagus di laga itu,” kata Arteta seperti dikutip Daily Mail.

Arteta mengakui timnya memang kerap gagal menuntaskan laga dengan baik. Arsenal pun kini tertahan di posisi kedua klasemen Liga Inggris dengan 67 poin dari 34 laga, selisih 12 angka dari Liverpool di puncak. The Reds kini cuma butuh satu poin untuk mengunci gelar juara.

Gelar juara ini seperti menegaskan dominasi Liverpool musim ini yang memang sudah lama menjaga jarak dua digit dari Arsenal di posisi kedua. Sementara bagi Arsenal, mereka untuk ketiga kalinya secara beruntun harus puas jadi runner-up.

Padahal Arsenal boleh dibilang jadi tim paling pesat perkembangannya dalam tiga tahun terakhir, termasuk menyaingi Manchester City dalam dua tahun. Sayangnya, Arsenal terlalu sering mendapat hasil imbang sehingga tertinggal dari Liverpool.

Arsenal meraih 13 hasil seri, cuma kalah dari Everton dengan 14 kali seri. Mereka bahkan sembilan kali kehilangan poin dalam posisi unggul, lebih banyak dari gabungan dua musim sebelumnya.

“Ada banyak alasan mengapa kami tidak bisa menuntaskan laga, dan marjinnya memang kecil sekali. Kadang seperti itu, kadang memang lawannya bagus, memang benar kami bermain lima kali dengan 10 pemain. Ada banyak faktor, tapi yang pasti kami harusnya bisa tampil lebih baik di laga-laga sebelumnya, terutama saat kami unggul,” ujar Arteta.

Namun Arteta tak mau melihat para pemain Arsenal kecewa jika gagal juara Liga Inggris. Sebab Liga Champions-lah target utama The Gunners musim ini. “Saat pramusim, saya tanya kepada para pemain: ‘apa impian kalian, Liga Inggris atau UCL?’ Mereka semua mau UCL. Kami fokus meraih trofi yang diinginkan para pemain, sehingga bisa melengkapi sejarah kami di Eropa. Selamat untuk LFC, tapi kami akan kembali musim depan,” ujar Arteta di AFTV.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *