Selebrasi Declan Rice dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Real Madrid.
LONDON – Arsenal berhasil menumbangkan Real Madrid pada leg pertama perempatfinal Liga Champions yang berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (9/4) dini hari WIB. Arsenal menang 3-0 dan semua gol tercipta di babak kedua.
Declan Rice mencetak brace lewat tembakan bebas dan Mikel Merino menyumbang satu gol. Hasil ini meringankan langkah Arsenal untuk bertandang ke markas Real Madrid di leg kedua, Kamis (17/4) dini hari WIB.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menyebut suporter berperan penting di laga itu.
“Anda bisa melihat penonton 15-20 menit sebelum kickoff sudah bernyanyi dan membawa energi itu, dan saya sangat percaya akan hal itu,” kata Arteta dalam laman Arsenal pada Rabu.
Arteta menyebut hasil ini sebagai kemenangan yang indah, terlebih Arsenal mengalahkan tim yang paling sering menjuarai Liga Champions. “Ini malam yang indah di panggung tertinggi Liga Champions melawan tim yang mendominasi kompetisi ini,” kata Arteta.
Mantan pemain Everton itu menambahkan, ini juga malam yang spesial untuk Rice yang mencetak gol dari tendangan bebas pertama sepanjang kariernya sebagai pemain. “Kami menciptakan malam yang Ajaib, dua momen ajaib Declan secara individu dan momen ajaib bagi tim secara keseluruhan untuk tampil seperti yang telah kami lakukan,” sambung Arteta.
Tapi Arteta menegaskan Arsenal masih belum aman sehingga harus mempersiapkan diri dengan baik ketika berlaga di Santiago Bernabeu. “Kami harus, sekali lagi, meningkatkan level dan pergi ke sana dengan persiapan untuk memenangkannya lagi,” kata Arteta.
Declan Rice disebut Opta menjadi pemain pertama yang mampu mengemas dua gol tendangan bebas langsung dalam satu laga babak gugur Liga Champions. Arteta kemudian menyebutkan dua kunci timnya menuai kemenangan besar atas Real Madrid. Ia menuturkan bahwa pola pikir dan keyakinan menjadi faktor penting.
“Saya sangat yakin karena saya bisa merasakannya dalam persiapan kami, bahwa kami benar-benar siap. Kami punya keyakinan dan rasa percaya diri bahwa kami bisa menyulitkan Madrid. Itu tema pertandingan ini, mewujudkannya. Jika Anda punya pola pikir dan keyakinan, hal-hal besar bisa terjadi dan kami membuktikannya hari ini. Ini baru leg pertama, tapi kami sangat senang,” tutur eks asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City tersebut.
Khusus bagi Rice, ia harus menunggu sampai 339 pertandingan dalam karier profesionalnya untuk mencetak gol tendangan bebas pertamanya. Sebelum melawan Madrid, ia hanya mengeksekusi 12 tendangan bebas.
“Mencetak gol tendangan bebas pertama saya dalam pertandingan itu spesial. Dan kemudian ketika saya mencetak gol yang kedua, saya percaya diri. Saya sungguh kehabisan kata-kata. Mengalahkan Real Madrid di kompetisi ini. Ini adalah malam yang luar biasa buat kami,” ujar Rice kepada Amazon Prime.
Rice jadi man of the match di laga tersebut. Mencetak dua gol free kick dalam satu laga Liga Champions terbilang langka, dicetaknya pada babak knockout pula.
Usut punya usut, dua gol free kick Rice itu nyaris tidak tercipta. Ada dua alasan, pertama adalah eksekutor utamanya adalah Bukayo Saka dan kedua adalah seharusnya bola mati itu jadi umpan ke kotak penalti.
“Kami rencananya akan melepas umpan. Saya berbicara dengan Saka, lalu dia bilang ‘tembak saja jika kamu yakin’. Saya melihat pagar betis dan merasa tidak mungkin untuk melepas umpan,” ungkap Rice dilansir dari Mirror.
Pelatih set piece Arsenal, Nicolas Jover rupanya turut meminta kepada Declan Rice untuk mengumpan. Tapi Rice tetap pada pendiriannya dan terbukti dua keputusannya berujung dengan gol-gol cantik. “Nicolas Jover juga meminta saya untuk mengumpan. Namun saya akhirnya yang pegang kendali, saya yakin untuk menembaknya,” tutupnya.
Sementara pelatih Carlo Ancelotti belum mau menyerah. El Real besutan Ancelotti kerap mampu keluar dari lubang jarum di saat-saat genting. “Sekarang saatnya bekerja dan berkorban. Lakukan semuanya bersama-sama dan lakukanlah. Kami telah melakukannya berkali-kali dan sekarang saatnya melakukannya lagi. Rumit memang, tapi Anda harus mencobanya dari menit pertama hingga terakhir,” kata Ancelotti yang dikutip dari AS.
Kiper Madrid Thibaut Courtois mengakui Arsenal main bagus dan timnya gagal meresponsnya. “Arsenal tim yang kuat khususnya di kandang. Mereka menekan dengan baik, main antarlininya bagus, dan menciptakan banyak situasi berbahaya. Kami bertahan dengan baik di babak pertama dan juga menciptakan ancaman lewat serangan balik. Namun di babak kedua, saya kira kami lupa caranya main bagus. Kami tidak bisa menemukan pemain yang bebas,” ujar Courtois kepada situs resmi UEFA.***
