Arsenal Menang di Kandang MU

Riccardo Calafiori dan rekan-rekannya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Manchester United.

LONDON – Arsenal mengalahkan Manchester United (MU) pada pekan pertama Premier League 2025/26 di Old Trafford, Minggu (17/8) malam WIB. The Gunners menang 1-0 berkat gol Riccardo Calafiori pada babak pertama.

Manajer Arsenal Mikel Arteta lega timnya pulang dengan tiga poin.  Sebab, MU sedang mencoba bangkit dan membangun momentum positif dengan rekrutan-rekrutan barunya.

“Hasil yang luar biasa di pertandingan pertama musim ini melawan (Man United) di Old Trafford. Ketika Anda merasa mereka sedang membangun sesuatu yang spesial dan momentum dengan rekrutan baru dan mereka ingin memulai musim dengan baik dan Anda bisa mencuri kemenangan, saya sangat senang jadi bagian dari tim,” kata Arteta seperti dilansir Reuters.

Meski menang, Arsenal mendapat banyak tekanan dari MU yang beberapa kali mengancam gawang David Raya. Tuan rumah tercatat melepaskan 22 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang.

“Kami menunjukkan ketangguhan dan tekad untuk menang. Mereka menyulitkan Anda di sini, Anda akan menderita. Bisa menemukan cara untuk menang di sini, saya sangat senang,” kata Arteta.

Namun Arteta meminta timnya tetap rendah hati.  “Saya pikir kita harus rendah hati dalam cara kita melakukannya, tetapi pada akhirnya kita harus mengakui bahwa ini sangat sulit. Saya ingin melihat berapa banyak tim yang datang ke sini dan memenangkan pertandingan. Untuk menang di hari pertama, saya pikir kita harus pulang dengan gembira, dan memahami bahwa kita masih harus meningkatkan diri di banyak hal,”  kata pelatih berkebangsaan Spanyol itu.

Di sisi lain Arteta mengaku Manchester United yang turun dengan beberapa pemain anyar sempat memberikan ancaman berbahaya. “Anda merasa mereka (Manchester United) ingin membangun momentum ini, energi baru ini dengan pemain-pemain baru yang mereka miliki, dan datang ke sini dan meraih kemenangan, ini adalah hasil yang luar biasa,” kata Arteta.

Riccardo Calafiori mengingatkan agar Meriam London tampil bagus di semua lini. “Kami harus meningkatkan kemampuan jika memungkinkan dan terus maju. Jika kami ingin bersaing di level tinggi, kami harus bermain bagus di setiap posisi. Rekan-rekan setim saya siap bermain dan tidak mudah untuk bermain di setiap pertandingan,” kata Calafiori kepada Sky Sports.

Calafiori mencetak gol lewat situasi sepak pojok. Arsenal sejak beberapa musim lalu memang sangat mengerikan dalam situasi bola mati. “Seperti biasa, kami banyak berlatih bola mati dan itulah yang kami tunjukkan  di laga ini,” ungkap Calafiori.

Sementara manajer MU Ruben Amorim menilai positif performa timnya meski berakhir dengan kekalahan.  “Yang paling penting kami tidak membosankan. Saya sangat bangga kepada tim. Mereka sangat berani dalam semua yang mereka lakukan selama pertandingan. Selamat untuk penampilannya, tapi tidak selamat (untuk hasilnya) karena kami kalah di kandang. Kami jelas pantas dapat hasil berbeda dan kami harus beranjak ke yang berikutnya,” ujar Amorim kepada Sky Sports.

Menurutnya, MU lebih agresif jika dibandingkan dengan musim lalu. “Kami lebih agresif ketimbang musim lalu, kami lebih banyak sprint, kami lebih berani, kami berani satu lawan satu sepanjang pertandingan dan pressing kami tinggi. Kami punya kualitas ketika memegang bola, bahkan ketika stadion berisik, kami terus main dengan cara kami. Dibandingkan musim lalu, ketika kami banyak kesulitan, kami lebih jarang kehilangan bola saat membangun serangan. Kami harus menang tapi itu tadi permainan yang sangat berbeda dengan musim lalu,”  ujar Amorim.

Pada laga ini, Amorim menurunkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo sebagai starter. Sementara Benjamin Sesko baru masuk di paruh kedua sebagai pemain pengganti.

Yang disorot dari laga itu, Amorim tidak memainkan Andre Onana di bawah mistar. Adalah Altay Bayindir yang dipercaya untuk mengawal gawang MU. Hanya sayang, Bayindir melakukan kesalahan yang berujung gol Calafiori.

Diparkirnya Onana menimbulkan spekulasi soal kelanjutan masa depan kiper Kamerun itu. Namun, Amorim membantah bahwa ia berniat mengganti Onana dengan mencari kiper baru. Amorim beralasan bahwa Onana tidak cukup fit usai pulih dari cedera. Onana hanya menjalani tiga sesi latihan.

“Tidak, tidak, tidak, saya tidak mencoret Onana dari skuad, saya tidak mencoret satu dari dua pemain lainnya. Jadi ini bukan soal mencoret Onana, ini soal tidak menurunkan Andre Onana yang cuma satu minggu (latihan), tanpa memainkan pertandingan, tanpa waktu berlatih. Dan seperti yang kalian katakan, seperti Tom (Heaton) dan Altay selama pramusim, mereka tampil bagus. Saya senang dengan tiga kiper ini,” ujar Amorim.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *