Mikel Areta dan Martin Odegaard mengejar trofi Liga Champions.
LONDON – Sudah meraih gelar juara Premier League, Arsenal berikutnya mengejar titel Liga Champions. Arsenal berharap bisa memamerkan dua trofi saat parade juara.
Arsenal jadi juara Premier League 2025/26 usai Manchester City gagal mengalahkan Bournemouth pada Rabu (20/5) dini hari WIB lalu. The Citizens bermain imbang 1-1 yang membuat perolehan poin Arsenal tidak akan terkejar dengan satu laga tersisa.
Keberhasilan ini mengakhiri puasa gelar Arsenal selama 22 tahun. The Gunners terakhir kali juara Premier League pada 2003/04 bersama skuad invincible-nya.
Tugas bergengsi lain Arsenal adalah meraih trofi Liga Champions. Mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain di final yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/6) malam WIB.
Manajer Mikel Arteta mengakui gelar juara Premier League sedikit mengangkat beban Arsenal jelang final Liga Champions. “Saya kira begitu. Emosinya beragam. Sukacita, kegembiraan, bangga dan begitu juga kelegaan,” ujar Arteta seperti dilansir BBC.
Arsenal telah menjadwalkan pawai trofi Premier League pada Minggu (31/5) atau sehari setelah final Liga Champions. Arteta berharap timnya juga bisa memamerkan ‘Si Kuping Besar’ atau trofi Liga Champions dalam parade tersebut.
Yang menarik Arteta berhasil mengalahkan ‘sang guru’ Pep Guardiola dalam persaingan gelar Premier League. Ini menjadi trofi Premier League pertama Arteta sejak mulai menjadi manajer Arsenal pada Desember 2019. Sebelum membesut Arsenal, Arteta menjadi asistennya Guardiola selama di Man City mulai 2016.
Arsenal besutan Arteta mulai menjadi penantang gelar pada musim 2022/2023. Saat itu Arsenal finis di posisi kedua setelah tergelincir mendekati akhir musim dan Man City besutan Guardiola juara.
Arsenal kembali menjadi runner-up di musim 2023/2024. Man City menuntaskan musim kembali sebagai juara dengan unggul dua poin dari Arsenal.
Pasukan Arteta kembali menjadi runner-up di musim 2024/2025. Kali ini Liverpool menjadi juaranya dan Man City finis di posisi ketiga.
“Mereka (Man City) dan Pep telah menjadi bagian besar dari perjalanan ini. Pertama-tama, karena saya memulai karier kepelatihan bersamanya, dan kemudian karena, bukan hanya Pep dan Man City, tetapi juga lawan-lawan lain di liga dan semua kolega yang kami miliki di liga. Mereka terus meningkatkan standar ke level yang luar biasa di liga ini, dan satu-satunya hal yang telah ditimbulkan pada diri saya, para pemain, staf, dan klub adalah kewajiban untuk meningkatkan level dan standar tersebut untuk mencoba menjadi lebih baik dari itu,” kata Arteta.
Arteta sendiri mengaku sempat meragukan kapabilitas dirinya untuk membawa Martin Odegaard dan kolega kembali juara Liga Inggris. Namun waktu akhirnya membuktikan ia adalah sosok yang tepat.
“Kami menunjukkan nilai yang sangat penting, tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam kehidupan, yaitu ketekunan, ketahanan, ketenangan di saat orang meragukan Anda, kerentanan karena saya pun mengajukan pertanyaan itu kepada diri sendiri: ‘Apakah saya cukup baik untuk memimpin tim ini, klub ini, para pemain ini untuk memenangi trofi utama?’ Dan sampai Anda melakukannya, Anda tidak dapat membuktikan diri Anda. Dan saya memikirkan cara terbaik untuk melakukannya. Kami mendatangkan orang-orang dari luar dan pembicara untuk menginspirasi mereka. Tetapi Anda harus menemukan cara Anda sendiri,” ujarnya.
Arteta sendiri sempat nyaris hendak dipecat, khususnya pada musim 2020/2021 saat tekanan meningkat pada periode November-Desember 2020. Kala itu tim sempat terperosok ke posisi 15.
Tekanan pada Arteta juga kembali naik saat mereka gagal juara untuk kali ketiga beruntun musim lalu. Kesabaran klub London utara tersebut berbuah manis.
Eks pemain The Gunners Paul Merson bersyukur Arteta gak dipecat duluan “Akan sayang sekali kalau Arteta meninggalkan Arsenal lebih dulu dan tidak memenangi Premier League, mengingat kinerjanya. Ingat ketika dia menyingkirkan para pemain top kayak Pierre-Emerick Aubameyang dan Mesut Oezil, para pemain top saat itu dan ia mengambil kesempatannya,” kata Merson di Sky Sports.
Merson mengatakan, Arteta banyak mendapatkan pujian berkat kinerjanya. “Dia menerima banyak kredit untuk titel. Butuh waktu memang, tapi itu memang sudah selalu dekat dengannya. Misal, kalau Anda kasih 50 poin untuk posisi pertama, 25 poin untuk posisi dua, dan lima poin untuk posisi tiga, Arsenal akan jadi yang terbaik selama 3-4 tahun terakhir,” ujar Merson.***
