Mikel Merino (paling kiri) mencetak gol ke gawang Chelsea.
LONDON – Arsenal menang tipis 1-0 atas Chelsea pada lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (16/3) malam WIB. Gol Mikel Merino menjadi penentu kemenangan Meriam London.
Tuan rumah yang main agresif sejak sepak mula menebar banyak ancaman di babak pertama. Tapi gol tercipta malah dari situasi bola mati pada menit ke-20. Sepak pojok Martin Odegaard ditanduk Merino.
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali menampilkan permainan menyerang dan menciptakan peluang melalui tendangan Merino yang masih dapat dihalau oleh Sanchez.
Chelsea sempat kembali memberikan ancaman melalui sundulan Cucurella dan masih mengarah ke pelukan David Raya menjelang berakhirnya laga, sehingga skor 1-0 untuk kemenangan Arsenal tetap bertahan.
Itu adalah gol ke-27 Arsenal dari korner, sejak musim 2023/2024 lalu. Tidak ada tim lain di Premier League yang mencetak gol lebih banyak dari skema serupa.
Arsenal memang benar-benar memaksimalkan situasi itu untuk jadi keuntungan. Sebab dari 27 gol itu, 11 di antaranya menjadi gol yang membuka keunggulan atas lawan.
Itu juga merupakan catatan tertinggi dari seluruh tim sejak musim lalu. Meski demikian, tingginya efektivitas sepak pojok Arsenal tak cukup untuk membawa mereka lebih dekat dengan trofi Liga Inggris.
Tiga poin atas Chelsea terasa lebih penting bagi Arsenal, demi menjaga sisa-sisa harapan untuk mengejar Liverpool di pucuk klasemen.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menilai hasilnya semestinya bisa lebih besar. Sepanjang 90 menit timnya tampil lebih berbahaya, melepas 12 tembakan dengan sepertiganya on target.
Chelsea yang baru menaikkan intensitas permainan pada babak kedua, punya delapan tembakan dengan hanya dua yang mengarah ke gawang.
“Kami seharusnya bisa melakukan lebih lagi, tapi kami sangat senang dengan hasil ini dan ini laga yang sangat penting. Kami menghadapi tim top dan tim bermain dengan semangat luar biasa, dan sekarang kami menuju jeda internasional,” kata Arteta kepada Sky Sports dikutip BBC.
Arteta masih menjaga asa mengejar Liverpool di sisa sembilan laga tersisa. Walaupun secara realistis cukup sulit karena rivalnya itu baru sekali kalah musim ini, tapi Arsenal tak punya pilihan lain. “Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah mencoba memenangi pertandingan-pertandingan kami. Kalau bisa, kami ada di posisi lebih baik,” cetusnya.
Sementara manajer Chelsea,Enzo Maresca, menilai timnya sudah memberikan perlawanan yang sengit. The Blues hanya kalah akibat bola mati Meriam London.
Chelsea memang lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 59 dibanding Arsenal yang hanya 41 persen. Namun, mereka gagal mengkonversi dominasi tersebut menjadi gol penyama kedudukan.
“Kami sedikit kesulitan di awal, 20 menit pertama. Setelah itu kami mulai mengendalikan permainan dan menciptakan beberapa peluang. Pertandingan berlangsung 50/50 di babak kedua. Perbedaan besarnya adalah strategi bola mati. Kami bersaing dengan baik, permainannya bagus. Mereka mencetak gol dari bola mati, mereka ahli dalam hal itu. Sayang sekali, tetapi menurut saya kami menuju ke arah yang benar,” ujar Maresca dikutip dari situs Chelsea.***
