Selebrasi pemain Argentina usai Lionel Messi mencetak gol ke gawang Aljazair.
KANSAS CITY – Argentina mengawali misi mempertahankan gelar juara dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair, di Stadion Kansas City, Rabu (17/6) pagi WIB. Lionel Messi tampil gemilang dengan memborong seluruh gol Argentina.
Satu gol dibukukan Messi di paruh pertama pertandingan. Di babak kedua, pemain ikonik yang pernah memperkuat Barcelona dan Paris Saint-Germain itu menambah dua gol.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menilai kemenangan timnya menjadi modal penting dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia. Namun, ia meminta para pemainnya tetap fokus dan tidak terlena dengan hasil pada laga pertama.
“Kami akan menjalaninya satu demi satu pertandingan. Tim ini bahagia. Banyak pemain mendapatkan kesempatan bermain. Semoga kami bisa memenangkan pertandingan berikutnya sehingga semua pemain mendapat kesempatan tampil pada laga ketiga fase grup,” ujar Scaloni.
Ia menilai Messi kembali menunjukkan kualitas yang selama ini membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Ia mengatakan publik sudah terbiasa melihat aksi luar biasa dari sang kapten selama bertahun-tahun.
Menurut Scaloni, kehadiran Messi memberikan inspirasi besar bagi siapa pun yang menyaksikannya bermain. Ia juga mengaku kesulitan mencari kata yang tepat untuk menggambarkan penampilan Messi.
“Saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan Messi. Selama 20 tahun, dia membuat kami terbiasa melihat hal-hal seperti ini, dan dia menginspirasi semua orang yang menyaksikannya bermain,” tuturnya.
Messi sendiri menyebut seluruh pencapaiannya di dunia sepak bola adalah bonus, setelah dirinya menyamai rekor gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia menyamai Miroslav Klose (16 gol). Messi sudah melengkapi koleksi 16 gol Piala Dunianya setelah membuat hattrick ke gawang Aljazair. Itu juga hattrick pertama Messi di Piala Dunia.
“Semua yang saya alami sekarang adalah bonus. Saya beruntung bisa mencapai semua impian saya, bahkan lebih dari yang pernah saya bayangkan, baik secara profesional maupun pribadi. Sekarang saya hanya menikmati ini, menjadi bagian dari tim yang luar biasa, merasa baik, dan bisa menikmatinya di lapangan. Ini jauh melebihi apa yang saya bayangkan saat masih kecil,” kata Messi dikutip dari FIFA.
Saat bersua Aljazair, Argentina langsung tampil dominan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Messi sempat mencetak gol pada menit kelima, tetapi dianulir karena offside.Aljazair juga sempat mencetak gol melalui Fares Chaibi, tetapi dianulir dengan alasan serupa.
Dikutip dari FIFA, dengan tiga golnya itu, Messi menjadi pencetak hattrick tertua dalam sejarah Piala Dunia. Saat membuat trigol tersebut, Messi berusia 38 tahun 357 hari.
Dia melampaui pemegang rekor sebelumnya Cristiano Ronaldo yang membuat hattrick ketika berumur 33 tahun dan 130 hari saat melawan Spanyol pada tahun 2018.
Hattrick ke gawang Aljazair juga membuat Messi menjadi pencetak gol terbanyak Amerika Selatan di final dunia, melampaui legenda Brasil Ronaldo (15).
Sementara pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic memuji penampilan Messi. “Kelas itu abadi, karena kita tidak sedang membicarakan pemain biasa di sini, kita sedang membicarakan seorang pesepakbola yang telah memenangkan Ballon d’Or tujuh atau delapan kali dalam kariernya,” kata Petkovic dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan bahwa dua gol awal Messi terjadi akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari oleh timnya. Menurutnya, momen tersebut menjadi titik balik yang membuat pertandingan semakin sulit dikendalikan.
“Sayangnya, kami juga memberinya kesempatan pada gol pertama dan kedua, dan kami mempermudahnya untuk mencetak gol,” katanya.
Meski kecewa, Petkovic tetap memberikan apresiasi terhadap kecerdasan bermain Messi yang dinilai selalu tepat dalam mengambil keputusan di situasi penting. Ia menyebut Argentina memiliki sistem yang sangat mendukung pergerakan sang kapten. “Namun Messi, dengan pemikirannya yang jernih pada tahap-tahap penting pertandingan, dapat melakukan hal-hal tersebut dengan jauh lebih mudah,” ucapnya.
Di laga lain grup ini, Austria mengalahkan Yordania 3-1 di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, Rabu (pagi) WIB. Tiga gol Austria dicetak Romano Schmid, Yazan Al-Arab (bunuh diri) dan Marko Arnautovic. Gol balasan Yordania dicetak Ali Olwan.
Di pertandingan berikutnya, Argentina akan menghadapi Austria pada Selasa (23/6) dinihari WIB. Sedangkan Aljazair akan melawan Yordania di hari yang sama siang WIB.***
