Animo Warga Tinggi, Pemkab Bandung Dorong Pembangunan Dua Sekolah Rakyat Permanen

Program Sekolah Rakya di Kabupaten Bandung, telah berjalan dan ditempatkan sementara di komplek Stadion Si Jalak Harupat. Program ini akan diperluas dengan pembangunan sekolah permanen, kata Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

SOREANG (LB)- Sekolah Rakyat  menjadi salah satu program Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Untuk di Kabupaten Bandung, program tersebut telah berjalan dan ditempatkan sementara di komplek Stadion Si Jalak Harupat, dan akan diperluas dengan pembangunan sekolah permanen.

Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial RI ini merupakan pendidikan berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan tujuan utama mencegah mereka putus sekolah serta meningkatkan taraf hidup di masa depan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan,  bahwa kebutuhan akan sekolah ini sangat mendesak.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Kalau pembangunan tidak disiapkan sekarang, maka pada tahun ajaran 2026/2027 jumlah siswa akan membludak. Karena itu saya minta seluruh perangkat daerah terkait mengawal percepatan pembangunan bersama dukungan Kementerian,” kata Dadang di Soreang, Kamis (2/10).

Untuk menampung lonjakan siswa, Dadang bahkan mengusulkan dua lokasi pembangunan sekolah rakyat permanen di Kabupaten Bandung, yakni di Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Nagreg.

“Saking membludaknya peminat, kalau hanya satu lokasi tentu tidak cukup. Karena itu saya berharap dua sekolah bisa dibangun sekaligus,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico yang meninjau langsung kesiapan Pemkab Bandung bersama Kementerian PUPR menyebut pembangunan sekolah rakyat permanen akan segera dimulai setelah persyaratan teknis dan administrasi rampung.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi. Kami ingin anak-anak dari keluarga miskin di Kabupaten Bandung mendapat fasilitas pendidikan yang layak, sebagaimana yang diarahkan Presiden,” katanya. 

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, keberadaan sekolah rakyat diharapkan menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang berisiko putus sekolah, sekaligus membuka jalan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, katanya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *