Elliot Anderson, Pemain Manchester City.
MANCHESTER – Elliot Anderson tidak pikir panjang saat menerima tawaran Manchester City. Sebab Citizens punya mental juara dan meraih banyak trofi.
Anderson sudah resmi menjadi pemain City, Kamis (23/7) lalu setelah kesepakatan dicapai beberapa pekan lalu dengan Nottingham Forest. Untuk menebusnya, City harus menjadikan Anderson sebagai pemain termahal klub dengan banderol 116 juta Pound atau Rp2,7 triliun.
Dengan uang semahal itu, beban berat ada di pundak Anderson yang harus menjawabnya lewat performa di lapangan. Apalagi Anderson sebelumnya bermain di klub seperti Newcastle Unite dan Forest.
Meski demikian, Anderson tidak terbebani dengan status City sebagai raksasa Inggris. Baginya, bergabung dengan klub sebesar City sudah jadi impian sejak lama.
Anderson tertarik dengan mental juara para pemain City yang bisa memberikan banyak gelar untuk klub. Oleh karenanya, Anderson menolak tawaran Manchester United untuk pindah ke City demi merasakan manisnya trofi.
“Mereka adalah para juara dan mereka tahan banting, saya ingin jadi bagian dari tim seperti itu, tim juara dan pemain yang punya banyak trofi. Mereka mendominasi selama 10,12 tahun terakhir. Itulah alasan saya bergabung ke sini,” kata Anderson seperti dikutip BBC Sport.
Ia juga bertekad untuk memberikan yang terbaik di klub barunya itu. “Saya ingin karier saya melesat, dan saya selalu yakin bisa mencapai itu. Itulah yang saya inginkan. Kini saya ada di sini (City), saya akan berusaha keras membawa klub ini maju,” tuturnya.
Anderson sebelumnya harus membela Timnas Inggris yang finis ketiga di Piala Dunia 2026. Anderson selalu bermain sedari matchday pertama dan jadi bintang Inggris yang mencuat.
Itulah mengapa City rela membayar mahal untuk Anderson yang dianggap jadi gelandang masa depan klub. Bergabung dengan klub sebesar City, Anderson tentu harus siap dengan rivalitas yang ada, terutama sang tetangga Manchester United.
MU boleh dibilang masih jadi klub terbesar di Manchester dengan sederet gelar yang dimiliki, serta sejarah panjangnya. Tapi, Anderson tidak peduli dengan sejarah masa lalu.
Sebab di kala tumbuh besar sebagai pesepakbola, Anderson melihat City lebih sukses ketimbang MU. “Ini adalah salah satu derby terbesar di dunia, dan selama yang saya tahu soal Manchester, City adalah rajanya Manchester,” sambungnya.
Lantas bagaimana dengan kiprah klub setelah ditinggal Pep Guardiola?
Gelandang Manchester City Phil Foden menyebut timnya tetap berambisi meraih banyak trofi musim depan meski sedang menjalani periode transisi sepeninggal Guardiola. The Citizens masih lapar gelar.
City sedang berbenah usai gagal memenangi Premier League dalam dua musim terakhir. Guardiola, yang telah menyumbang 20 trofi selama sedekade terakhir, memilih mundur dari posisi manajer dan digantikan Enzo Maresca.
Komposisi skuad pun juga berubah. Pemain senior seperti Bernardo Silva dan John Stones sudah angkat kaki. Lalu Anderson masuk sebagai bagian regenerasi.
Itu belum termasuk nama-nama muda yang telah datang lebih dulu seperti Marc Guehi, Antoine Semenyo, Omar Marmoush, Rayan Cherki, hingga Tijjani Reijnders. Ini menjadi sinyal City terus berupaya agar terus kompetitif di setiap musim.
“Saya rasa itu ada dalam diri Anda dan juga dalam klub. Kami selalu berjuang untuk gelar berikutnya atau tantangan berikutnya dan itulah kami ingin menjadi klub seperti itu. Kami ingin menjadi klub besar yang bersaing untuk semua trofi dan Anda dapat melihat sikap para pemain bahkan dalam beberapa sesi latihan pertama (pramusim) bahwa kami sangat bersemangat untuk kembali beraksi dan mencoba memenangi trofi,” kata Foden dikutip beIN Sports.
Foden menyebut, City memiliki perpaduan yang harmonis antara pemain senior dan yunior. “Tim ini memiliki perpaduan yang sangat baik antara pemain muda yang bugar dan yang berpengalaman. Ada pemain yang telah memenangkan banyak gelar dan pemain yang mungkin belum. Keseimbangan itu sangat bagus untuk dimiliki, semoga kami dapat terus saling memotivasi untuk menjadi lebih baik dan berjuang untuk gelar. Itulah tim yang ingin kami wujudkan,” kata Foden, yang kontraknya baru diperpanjang hingga 2030.
Sangat diharapkan kerja sama Anderson dengan Foden serta pemain Manchester City lainnya bisa membawa klub ke arah yang lebih tinggi lagi.***
