JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP pada tahun ini mencapai 111.537 unit rumah per 23 Juli 2026.
“BP Tapera dalam menyalurkan dana bantuan pembiayaan FLPP di tahun 2026, per 23 Juli 2026 telah mencapai 111.537 unit rumah senilai Rp13,874 triliun,” kata Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Jakarta, Jumat (24/7).
Menurut Heru, dilihat dari kategori profesi masyarakat, sebanyak 71.250 (63,88 persen) dimanfaatkan oleh pekerja swasta, urutan kedua sebanyak 19.254 (17,26 persen) dimanfaatkan oleh pekerja wiraswasta.
Posisi selanjutnya sebanyak 10.944 (9,81 persen) dimanfaatkan oleh unsur PNS serta TNI/Polri, dan sebanyak 10.089 (9,05 persen) termasuk pada kategori lainnya.
Sebagai informasi, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa BP Tapera terus menjalankan amanat pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program KPR Sejahtera FLPP.
Dengan berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah, kata Heru, BP Tapera optimistis akses pembiayaan perumahan akan semakin luas dan mendukung terwujudnya Program 3 Juta Rumah.
Salah satu kebijakan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat adalah penambahan tenor pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dari sebelumnya maksimal 20 tahun menjadi hingga 40 tahun.
Dengan tenor yang lebih panjang, cicilan rumah menjadi lebih ringan, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses pembiayaan rumah subsidi.
Heru juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batas maksimal penghasilan bagi penerima manfaat Program KPR Sejahtera FLPP.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan BP Tapera memiliki peran strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pengelolaan dan penyaluran dana FLPP.
Dengan tata kelola yang baik, akuntabel, transparan dan kolaborasi yang semakin kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, BP Tapera semakin dipercaya masyarakat serta mampu mempercepat terwujudnya akses rumah layak dan terjangkau bagi MBR di seluruh Indonesia.
BP Tapera mendukung penguatan ekosistem perumahan nasional guna mengatasi backlog melalui sinergi pembiayaan, penyediaan rumah layak serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan perumahan nasional, BP Tapera terus mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak dan terjangkau,” kata Heru.
Melalui pengelolaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BP Tapera berkomitmen menghadirkan pembiayaan perumahan yang tepat sasaran sekaligus mendukung percepatan program 3 juta rumah.
Heru menyebutkan hingga 23 Juli 2026, realisasi penyaluran FLPP yang dikelola BP Tapera telah mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp13,9 triliun.
Penyaluran tersebut didukung oleh 37 bank penyalur, 21 asosiasi pengembang, serta 11.893 pengembang yang membangun rumah di 9.841 perumahan yang tersebar di 35 provinsi dan 384 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Capaian tersebut mencerminkan komitmen BP Tapera dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional guna mewujudkan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.***
