Alvarez Wajar Diminati Klub Besar

Julian Alvarez, Pemain Atletico Madrid.

MADRID – Masa depan Julian Alvarez saat ini sedang dispekulasikan setelah muncul kabar ketertarikan sejumlah klub besar.  Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone memaklumi rumor itu. Menurutnya itu pertanda Alvarez pemain top karena diminati banyak klub besar.

Dari LaLiga, Barcelona menjadi yang terdepan. Tim Katalan lagi mencari pengganti Robert Lewandowski.  Lewandowski memang masih akan diperpanjang kontraknya, tapi mengunci penerusnya sejak dini jadi prioritas Barcelona.

ESPN melaporkan pelatih Barca Hansi Flick telah meminta manajemen untuk mendatangkan pemain nomor 9, dan Alvarez menjadi kandidat ideal untuk membentuk trisula lini depan bersama Lamine Yamal dan Raphinha.

Jelas tak mudah untuk mendatangkan striker Argentina itu karena Atletico ngotot untuk mempertahankannya, bahkan berniat memberikan kontrak baru hingga 2032. Kontrak lama striker 26 tahun itu hanya sampai 2030 dengan nilai klausul pelepasan sebesar 500 juta Euro.

Tidak  hanya Barcelona ada juga Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG). Arsenal memang lagi mencari penyerang haus gol untuk mempertajam lini serangnya. Demikian juga dengan PSG yang mencari sosok penyerang tengah karena performa Goncalo Ramos tidak kunjung memuaskan.

Simeone angkat bicara soal rumor Alvarez tersebut. “Saya tidak tahu isi pikiran Julian. Saya paham wajar sekali jika pemain luar biasa seperti Julian Alvarez diminati Arsenal, PSG, Barcelona. Wajar saja karena dia bagus,” ujar Simeone di ESPN.

Alvarez sendiri lelah dengan rumor dirinya. “Saya berusaha untuk tidak terlalu mempedulikan apa yang orang-orang katakan, karena kenyataannya setiap minggu muncul hal-hal baru, berbagai macam informasi baru. Saya berusaha untuk tidak membuang energi untuk itu dan fokus pada apa yang kami lakukan di Atletico,” kata pemain asal Argentina itu.

Kontrak Julian Alvarez di Atletico Madrid masih berlaku sampai musim panas 2030. Pemain berusia 26 tahun menutup dengan kata-kata tajam soal rumornya diincar Barcelona. “Seringkali hal itu mulai bergulir menjadi bola salju kebohongan,” cetusnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *