Pemain AC Milan saat mengalahkan Fiorentina.
MILAN – AC Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 dalam lanjutan Liga Italia yang berlangsung di San Siro, Senin (20/10) dini hari WIB.
Rossoneri tampil menekan di awal laga. Fikayo Tomori mendapatkan bola dari kiriman tendangan bebas. Namun sambaran bolanya belum menemui sasaran.
Milan kembali punya kesempatan dari tendangan bebas di menit ke-20. Starhinja Pavlovic mendapatkan bola liar di depan gawang. Tembakan volinya tapi masih melambung.
Selepas jeda, Fiorentina mengejutkan dengan mampu unggul lebih dulu di menit ke-56. Umpan silang Nicolo Fagioli menuju Luca Ranieri di tiang jauh. Sundulan Ranieri menghasilkan kemelut di depan gawang. Bola liar langsung disambar Robin Gosens menjadi gol.
Milan merespon gol Fiorentina ini dengan sangat baik. Mereka hanya butuh tujuh menit berselang untuk menyamakan kedudukan. Aksi individu Rafael Leao tak terbendung lini belakang La Viola.
Milan mendapatkan hadiah penalti di menit ke-86. Wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Penalti diberikan setelah tangan Fabiano Parisi mengayun ke arah wajah Gimenez yang berusaha menjangkau bola di kotak penalti. Leao yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, tak mau jemawa timnya kini berada di puncak klasemen Serie A. Fokusnya hanya membawa Rossoneri membawa hasil terbaik di setiap laga.
“Kami tidak mengirimkan pesan apa pun. Ini adalah kemenangan, kami membutuhkan lebih banyak poin untuk mencapai target kami musim ini. Kami berharap Loftus-Cheek atau Nkunku kembali untuk pertandingan berikutnya, jika tidak, kami akan tetap berusaha solid dengan pemain yang tersedia. Kami hanya perlu terus melaju dan tidak terlalu berekspktasi dengan torehan saat ini,” kata Allegri di situs klub.
Kemenangan atas Fiorentina terasa lebih berarti bagi Milan mengingat kondisi skuad yang pincang. Pasalnya, sejumlah pemain utama seperti Adrien Rabiot, Christian Pulisic, Ruben Loftus-Cheek, Christopher Nkunku, dan Pervis Estupinan masih absen akibat cedera.
Namun penalti yang diberikan wasit Livio Marinelli menjadi momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan. Keputusan tersebut menimbulkan perdebatan sengit. Banyak pihak menilai pelanggaran Fabiano Parisi terhadap Santiago Gimenez terlalu ringan untuk dijatuhi penalti.
Dari bangku cadangan, pelatih Fiorentina Stefano Pioli terlihat frustrasi dan bahkan sempat berdebat dengan ofisial pertandingan setelah peluit akhir berbunyi.
Bagi Pioli, laga ini memiliki makna emosional. Selain menandai pertandingan ke-500-nya di Serie A, ia juga merayakan ulang tahun ke-60 dan kembali ke San Siro, stadion yang pernah menjadi rumahnya. Namun semua itu berubah menjadi malam yang pahit setelah Fiorentina pulang dengan tangan kosong.
“Ini salah satu alasan mengapa saya sangat kecewa dengan hasil ini. Fiorentina telah berinvestasi banyak dalam proyek ini, mereka menaruh begitu banyak kepercayaan pada saya dan pekerjaan saya, tetapi hasilnya belum terlihat, jadi kami harus berusaha lebih baik,” ujar Pioli kepada DAZN.
Meski kecewa, Pioli menegaskan tidak akan mencari kambing hitam. Ia berjanji akan mengevaluasi performa tim secara menyeluruh agar bisa tampil lebih konsisten dan efisien, terutama saat menghadapi tim-tim besar seperti Milan.***
