Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya dan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan tokoh lainnya saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan dan Akses Jalan Menuju Wihara Mahakaruna Buddhist Center di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (20/8). (Foto: Dinas Komunikasi dan Informasi Pemprov Sumatera Utara).
DELI SERDANG – Menteri Agama (Menag) RI Prof Nasaruddin Umar meminta umat Buddha di Indonesia untuk menjalankan filosofi Buddha yakni meninggalkan kemewahan guna mencari pencerahan dan mencerahkan orang lain.
“Ajaran Buddha itu antara rasa dan rasio, paralel. Nilai Buddhis ini perlu kita jadikan nilai luhur budaya bangsa,” kata Nasaruddin saat acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan dan akses jalan dari Wihara Mahakaruna Buddhist Center ke pintu Tol Belmera di Jalan Haji Anif, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (20/8).

Menurut Nasaruddin, Wihara yang ada di kawasan ini merupakan rumah ibadah untuk pemeluk agama Buddha. Diharapkan rumah ibadah ini dapat mengajak umat Buddha memiliki budi pekerti yang baik. “Keberhasilan Kementerian Agama adalah ketika mengajak umat beragama dekat dengan agamanya,” tutur Nasaruddin.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengatakan, pembangunan jembatan dan akses jalan dari Wihara Mahakaruna Buddhist Center dapat menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara.
“Pembangunan jembatan dan akses jalan menuju Wihara Mahakaruna Buddhist Center menjadi sangat penting. Dengan panjang 20,60 meter, dan lebar 10 meter, jembatan ini bukan hanya sarana fisik, melainkan juga simbol penghubung antara umat, masyarakat dan pemerintah,” kata Surya.

Surya pun mengajak semua pihak terkait bersama-sama membangun semangat gorong-royong, sehingga pembangunannya dapat segera rampung dan bermanfaat bagi masyarakat. “Mari kita bangun semangat gotong-royong. Agar pembangunan yang kita mulai ini terwujud dengan baik, tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang,” kata Surya.
President World Buddhist Sangha Council, Bhiksu Prajnavira Mahasthavira (Suhu Hui Siong Mahanayaka) mengajak umat Buddha memahami filosofis Bodhisatta. Menurutnya sangat penting dalam Buddhisme Mahayana untuk mewujudkan welas asih dan kebijaksanaan.

“Seorang Bodhisatta berupaya mencapai kesempurnaan melalui berbagai praktik, seperti kemurahan hati, moralitas, kesabaran dan kebijaksanaan bertujuan menolong semua makhluk. Hari ini kita membuat jalan yang bagus adalah memberikan akses kemudahan bagi umat untuk beraktivitas. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan negara,” kata Suhu Prajnavira.
Hadir dalam kegitan ini Forkopimda Sumut, Bupati Deli Serdang, OPD Sumut, tokoh agama serta umat Buddha lainnya.***
