Suasana kegiatan Halal Forum di Kampus IP Trisakti.
JAKARTA (LB) — Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) bekerja sama dengan Van Lang University (VLU) Ho Chi Minh City, Vietnam, menyelenggarakan Trisakti Cultural Program selama empat hari, mulai Jumat (8/8/2025) hingga Senin (11/8/2025), di Kampus IP Trisakti, Jakarta. Program ini diikuti oleh 18 mahasiswa, dosen, serta Dekan Fakultas Pariwisata VLU, Dr. Nguyen Thi Van (Ph.D).
Program dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi, M.Sc., Ph.D., CHIA, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat pemahaman budaya dan pengembangan akademik, serta berharap kerja sama antara kedua institusi dapat terus berlanjut dan berkembang ke arah yang lebih strategis.
Beragam kegiatan edukatif dan budaya digelar, seperti Cultural Workshop, Culinary Workshop Bola Deli yang memperkenalkan jajanan pasar khas Indonesia, serta Indonesian Beauty Class yang dipersembahkan oleh Martha Tilaar Group.
Salah satu agenda utama adalah Halal Forum yang mengangkat tema “Bagaimana persepsi perusahaan pariwisata Indonesia tentang destinasi wisata ramah muslim di Vietnam?”.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dr. Arief Faizal Rachman (IP Trisakti), Dr. Muhammad Rahmad (CEO ICMI Travel), Dr. Nguyen Thi Van (VLU), Ita Kurniawati (Istiqlal Halal Center), dan Masrura Ram Idjal (CEO Rabbani Tour).
Selain mengikuti forum dan lokakarya, para peserta juga diajak mengunjungi berbagai destinasi ikonik di Jakarta, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahim, Kota Tua, dan Jamu Acaraki.

Menurut Koordinator Program Internasional IP Trisakti, Dr. Nurti Rahayu, M.Pd, kegiatan ini bertujuan mempererat persahabatan dan memperluas pemahaman lintas budaya antara mahasiswa kedua negara.
“Program ini juga memberikan wawasan tentang industri pariwisata Indonesia, khususnya pasar wisata halal,” ujarnya saat ditemui di sela Halal Forum.
Melalui lokakarya langsung dan diskusi bersama para praktisi, mahasiswa memperoleh keterampilan praktis dan pengetahuan teoretis yang relevan dengan tren pariwisata global.
Forum ini turut membuka perspektif baru mengenai kesiapan industri pariwisata halal di Vietnam untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dr. Nurti Rahayu menambahkan bahwa Trisakti Cultural Program merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) antara IP Trisakti dan Van Lang University. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di VLU pada 14–18 Juli 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam, dengan partisipasi enam mahasiswa berbakat dari IP Trisakti yang berasal dari program Manajemen Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata.
Melalui program ini, kedua institusi berhasil membangun kolaborasi yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang potensi wisata halal di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong pertukaran ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai lintas budaya yang relevan dengan dinamika industri pariwisata global.
Diharapkan program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kerja sama internasional yang lebih luas di masa mendatang. **
