Berfoto bersama (dari kiri) Ni Made Marsa ( 95 tahun), Ni Ketut Mendi (94 tahun), I Ketut Gobar ( 94 tahun), dan I Ketut Sulastra (94 tahun).
TABANAN (LB)–Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) Tabanan bersama mitra organisasi pendiri dan LVRI (Legiun Veteran RI) serta Babinminvetcad IX/24 Tabanan mengunjungi kediaman para Veteran Pejuang Kemerdekaan RI, pada Sabtu (9/8/2025).
“Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan BBN (Bakti Bagimu Negeri) 2025 Perhimpunan INTI Bali yang dipercayakan kepada INTI dan IKBS Tabanan sebagai tuan rumah.”terang Ferijanto Chonie, Ketua PC Perhimpunan INTI Tabanan, di sela acara kunjungan, didampingi Kakanmimvetcad IX/24 Tabanan Mayor I Made Rohita, Sekretaris LVRI Tabanan I Gusti Ngurah Arsaka serta Ketua Panitia Yenly Herlina Perry, Dastre dan jajaran panitia.

Ferijanto Chonie yang kerap dipanggil “Yungfei”menambahkan bahwa ini bukanlah yang pertama kali dilakukan INTI di Tabanan karena sejak awal berdiri pendiri INTI Bali, termasuk Ketua dan sesepuh Yayasan Kertha Yasa serta Vihara Dharma Cattra sepakat menetapkan Imlek memperkuat akulturasi budaya dan BBN sebagai upaya menguatkan nilai nilai kecintaan kepada NKRI serta bakti dan penghormatan kepada Veteran Pejuang Kemerdekaan sebagai orangtua bagi INTI di Bali dan secara konsisten terus dijaga keberlanjutannya sampai sekarang.
Feri juga menceritakan bahwa di masa covid-19 melanda dunia dan Bali mengalami kondisi sangat terpuruk, INTI Bali dan IKBS bersama berbagai elemen masyarakat dan komunitas bergandengan tangan mensupport pemerintah mengatasi kondisi yang mencekam tersebut.

Antara lain membagikan masker, APD, pengadaan wastafel, bilik antiseptik di semua pasar di Denpasar serta vaksinasi massal yang tanpa pernah dipiikirkan mendapat MURI Dunia serta berbagai penghargaan termasuk penghargaan dari Menteri kesehatan yang diserahterimakan secara simbolik dan online oleh Presiden RI serta mendapat kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Kapolda Bali, Jajan Danu serta pejabat dan Tokoh lintas komunitas.

Sementara itu Ketua Panitia BBN 2025 Yenly menyampaikan kunjungan ini karena usia para veteran sudah sangat sepuh dan kesehatan yang terbatas sehingga sebagai seorang anak bangsa adalah baik bagi pihaknya mengunjungi terlebih di saat momen kemerdekaan yang diperjuangkan beliau dengan segala pengorbanannya jiwa raga.
“Saat berkunjung kami membawa kursi roda, tongkat, kasur, bingkisan dan angpao sebagai rasa hormat dan bakti, dengan harapan dapat sedikit meringankan para pejuang veteran dan wujud perhatian kami, yang diajarkan pendiri INTI agar selalu ingat budi baik, jasa pengorbanan beliau yang tiada taranya untuk Bali dan Ibu pertiwi tercinta,” tambahnya.
Ada pun 18 veteran yang baru sempat dikunjungi antara lain adalah I Ketut Gobar (84), I Made Ranten. (88), I Wayan Satra , (87), I Wayan Gejor (82), Ni Wayan Rismin, 85), I Nengah Sitra ,(85), stroke, I Ketut Ngentig (85), Buta, dan I Wayan Seplog (90) lumpuh.
Ketua Panitia BBN 2025 Yenly menyampaikan terima kasih kepada Ketua INTI Bali, Dr Putu Agung Prianta dan Ketum IKBS, Rono Sin Sudiarta dan Ketua Dewan Pakar Ibu Prof Sulistyawati, atas kepercayaan dan arahan kepada dirinya sebagai ketua panitia dan INTI Tabanan sebagai tuan rumah.
Yenli juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada orangtua LVRI Tabanan, Mababinminvetcad, Bupati Tabanan, Dandim 1619 serta Forkompinda, Yayasan kertha Yasa, Vihara Dharma Catra, Vihara Buddha Maetriya, para sesepuh Ketua INTI Tabanan pertama Yudiawan, dan mitra organisasi, rumah sakit, semua donatur yang sangat antusias memberikan perhatian dan bantuan secara spontas dan gotong royong.
Selanjutnya Yenli berharap kehadiran Bupati, Wakil Bupati, Forkompinda serta tamu undangan pada 16 Agustus, di Puncak Acara BBN di Gedung Ketut Marya. “Berkenan hadir 200 Veteran pejuang dan keluarga untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI dan menerima bingkisan yang kami siapkan,” imbuhnya.

Puncak acara dimulai pukul 10.00 WITA akan menampilkan pentas seni budaya seperti Barongsai, Fragmentasi Puisi, Paduan Suara, Tari Harmoni Alam, Angklung, Lion Dance, dengan nuansa lagu lagu kebangsaan,, Pemeriksaan Kesehatan Medis dan Tradisional Chinese Medicine.
“Semua ini kami persembahkan bagi Veteran pejuang dan keluarga. Ada juga Donor Darah,” ujar Yurita selaku Koordinator Acara.

Paginya pukul 07.00 – 08.30 WITA, acara di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirtha akan diawali dengan Senam AW S3, Tanam Pohon, Ziarah dan Doa bagi Para Pahlawan Kusuma Bangsa, bantuan sembako kepada penjaga Makam.
Turut hadir dikegiatan tersebut, dari panitia Erlin Darma Yanti, Robby, Lies Sunaryati, Purnami Dewi, Dewi Handayani, Dewi Ayu Alit W A. K. Sedangkan dari LVRI dan Binminvetcad I Made Sumardika, I Wayan Darma, Ida Ayu Ketut Ulandewi. pp/si
