Rano Karno Janji Pengerukan Sungai di Jakarta Akan Menyeluruh

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengusulkan agar jembatan di wilayah Jakarta didesain dengan sistem buka tutup seperti di Belanda, Senin (11/8).

JAKARTA (LB)- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memastikan pengerukan sungai akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta. Pernyataan ini menanggapi keluhan warga Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, yang menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengeruk Kali Ciliwung setelah wilayah mereka kebanjiran tiga kali dalam 10 hari terakhir.

“Artinya harusnya seluruh (pengerukan sungai). Pengerukan (sungai) itu wajib, itu sudah program gubernur dan wakil gubernur.” ucap Rano saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (11/8).

Rano mengeklaim pengerukan sungai adalah salah satu program utama yang ia dan Gubernur Jakarta Pramono Anung jalankan sejak awal menjabat. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko banjir dengan membersihkan sedimentasi dan sampah di aliran sungai.

“Dari mulai hari pertama saya menjadi wakil gubernur, saya ditugaskan Pak Gub (Pramono), waktu itu Pak Gub masih di Magelang (retret) untuk mengawal itu (pengerukan sungai),” kata dia.

Meski begitu, Rano mengakui proses pengerukan sejumlah sungai di Jakarta masih menghadapi kendala. Salah satunya, alat berat berupa ekskavator sulit masuk ke lokasi pengerukan di daerah padat penduduk dan jalan sempit.

“Cuma, tingkat kesulitan wilayah beda-beda. Misalnya begini, ada di wilayah-wilayah kecil, itu teknis alat angkut atau alat keruk kita masuk ke situ sulitnya luar biasa,” ungkap Rano.

Ia juga menyebut jembatan yang ada di wilayah Jakarta tidak mendukung pergerakan alat berat melewati sungai. Rano pun mengusulkan ide membuat jembatan buka-tutup seperti di Belanda agar alat berat bisa berpindah lokasi lewat jalur air.

“Mungkin dianggap saya bercanda. Coba didesain jembatan yang bisa buka tutup. Karena di Belanda jembatan itu fungsi buka tutup. Ini untuk apa? Misalnya kita ngeruk sini mau pindah, ini jembatan buka. Jadi istilah yang beko itu bisa pindah ke sana,” ujar Rano.

Sebelumnya, Ketua RT 13 RW 04 Kebon Pala, Sanusi (58), mengeluhkan pengerukan yang dilakukan justru di lokasi jauh dari wilayahnya. Padahal, banjir sudah merendam kawasan itu sebanyak tiga kali dalam 10 hari terakhir.

“Katanya mau dikeruk, tapi yang dikeruk itu malah bagian yang jauh dari sini. Wilayah sini belum tersentuh,” kata Sanusi, Minggu (10/8).

Terbaru, banjir merendam wilayah Kebon Pala akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Timur pada Sabtu (9/8) malam. Sanusi menjelaskan, ketinggian air sempat mencapai 75 cm dan merendam sejumlah rumah warga. Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi lantaran sebagian besar rumah di wilayah tersebut dibangun dua lantai. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *