Luka Modric, Pemain AC Milan.
MILAN – Luka Modric paham betul ada ekspektasi tinggi kepadanya di AC Milan usai sukses besar bersama Real Madrid. Modric pun siap melakoni misi barunya.
Modric gabung Milan pada bursa transfer musim panas ini dengan status bebas transfer usai kontraknya di Real Madrid berakhir. Gelandang asal Kroasia itu meneken kontrak satu tahun dengan Milan.
Modric datang ke Milan dengan segudang pengalaman dan titel juara. Pesepakbola berusia 39 tahun itu total memenangi 28 trofi bersama Los Blancos.
Ekspektasi besar pun mengiringi kedatangan Modric ke San Siro. Apalagi Rossoneri baru saja melewati musim yang mengecewakan. Meski begitu, ia tak masalah dengan hal itu.
“Saya bisa menawarkan pengalaman saya. Saya akan bekerja keras, memberikan segalanya dan mencoba melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan di tempat lain. Saya tahu ada ekspektasi besar buat saya, tapi saya siap. Saya tidak sabar untuk memulai tantangan ini,” kata Modric seperti dilansir Football Italia.
Ia mengaku dirinya selalu mengikuti perkembangan sepak bola Italia. “Saya sering menonton Serie A, juga karena ada banyak pemain Kroasia, dan saya selalu menikmati sepakbola Italia. Sangat kompetitif dan kembali ke era di mana itu merupakan turnamen terbaik di dunia. Tim-timnya sangat rapi dan ini yang membuatnya berbeda dari LaLiga. Saya harus beradaptasi dengan cepat dengan gaya sepakbola ini. Saya tidak sabar untuk bertemu Allegri, dia salah satu pelatih terbaik di dunia, seorang juara,” kata Modric.
Modric juga bertekad mengantarkan Rossoneri kembali meraih prestasi di Italia dan Eropa. Peraih Ballon d’Or 2018 ini ingin membantu klub barunya itu meraih banyak trofi.
Paling dekat, Modric mau membawa AC Milan tampil lagi di pentas tertinggi Eropa, Liga Champions. Rossoneri terpaksa absen di turnamen itu musim ini setelah finis di urutan kedelapan Liga Italia 2024/2025.
“Kita semua ingat AC Milan sebagai salah satu yang terbaik di dunia; mereka telah memenangkan Piala Eropa tujuh kali. Target minimumnya adalah lolos ke Liga Champions. Kami tidak boleh puas dengan musim yang biasa-biasa saja. Kami perlu rendah hati, tapi AC Milan harus berada di level tertinggi; mereka sangat kompetitif. Target minimum kami adalah Liga Champions, tetapi kami harus berjuang untuk menang. Semua orang harus berjuang untuk menang; saya ingin memenangkan trofi di sini,” kata Modric, dikutip dari Calciomercato.
Terkait alasan bergabung ke AC Milan, ia mengaku keputusannya tak dipengaruhi mantan pelatihnya di Real Madrid, Carlo Ancelotti. “Kami berbicara tentang klub secara umum, tentang para penggemar di San Siro, dan bagaimana klub ini sangat menuntut seperti Real Madrid. Ada banyak tekanan di sini. Namun dia (Ancelotti) bukan orang yang meyakinkan saya untuk bergabung dengan Milan. Saya sudah tahu saya ingin pindah ke sini,” kata Modric, dilansir dari AS Diario.
Ia menyebut Milan merupakan salah satu tim favoritnya. “Saya tumbuh besar dengan menonton sepakbola Italia, dan Milan adalah tim favorit saya. Saya penggemar berat mereka di Kroasia, dan terlebih lagi, idola saya, Boban, ada di sini. Saya selalu memiliki rasa sayang yang khusus terhadap Rossoneri,” ujarnya.
Sama seperti Modric, Carlo Ancelotti meninggalkan Real Madrid selepas musim 2024/2025 berakhir. Juru taktik asal Italia itu menerima tawaran membesut Timnas Brasil.***
