Kunjungan Prof Lee dan rombongan ke Kong Miao TMII Jakarta.
JAKARTA (LB)–MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu), Minggu (27/7/2025) lalu menerima kunjungan delegasi dari Korea Selatan antara lain Prof. Lee Gyungwon (Profesor Universitas Daejin), Prof. Choi Youngjin (Profesor Emeritus di Universitas Sungkyunkwan), Dr. Dan Yunjin (Profesor Universitas Sungkyunkwan), Dr. Lee Jeeyoung (Doktor dari Universitas Daejin), dan Kandidat Doktor Universitas Daejin Shon Mihye.
Kunjungan tersebut dalam rangka melihat bagaimana praktek spiritual agama Khonghucu di Indonesia. Ada tiga tempat yang direkomendasikan MATAKIN untuk dikunjungi Prof. Lee beserta rombongan.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kong Miao terletak di dalam kawasan wisata TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta.
Selain berkeliling Kong Miao, di sana mereka dapat melihat bagaimana Indonesia yang beragam latar belakang agama, suku dan budaya dapat hidup harmonis dalam kesatuan.

Lokasi kedua yang dikunjungi yaitu Lithang Harmoni Kehidupan-MAKIN Cimanggis. Prof Lee dan rombongan menyaksikan bagaimana ibadah umat Khonghucu dilakukan secara rutin setiap minggunya.
Menurutnya ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa yang belum pernah mereka temui dan pertama kali mereka rasakan. Pada kesempatan itu pula mereka menyempatkan diri untuk beramah tamah dengan umat Khonghucu yang hadir.

Lokasi yang terakhir adalah Da De Miao Universitas Pancasila. Lokasi ini dipilih untuk memperlihatkan betapa Agama Khonghucu telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia termasuk didalam dunia pendidikan.

Dengan didirikannya Da De Miao dilingkungan kampus menjadi komitmen bersama dalam menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai toleransi bagi para civitas kampus.
Ws. Mulyadi (Wakil Sekretaris Bid. Kerohanian MATAKIN) yang ikut mengawal rombongan tersebut menyebut bahwa kunjungan ini dapat mengindikasikan ketertarikan akademisi dari berbagai negara dalam hal ini Korea Selatan untuk mempelajari keberadaan Agama Khonghucu di Indonesia dan semoga kedepan ini menjadi awal yang baik untuk memperkenalkan Agama Khonghucu secara internasional. **
