Sempat Diremehkan, Barca Genggam Trofi  Liga Spanyol

Perayaan kegembiraan pemain Barcelona usai mengalahkan Espanyol dan mengunci gelar LaLiga.

BARCELONA – Barcelona mengamankan gelar juara Liga Spanyol musim ini usai membungkam Espanyol 2-0 di RCDE Stadium, Jumat (16/5) dini hari WIB. Gol dari Lamine Yamal dan Fermin Lopez membawa Barca menang 2-0. 

Koleksi poin Barcelona, yakni 85 poin, mustahil dikejar oleh tim posisi kedua, Real Madrid, dengan dua laga tersisa musim ini.

Barcelona sempat diragukan bisa bersaing untuk gelar juara Liga Spanyol. Rangkaian hasil buruk bikin posisi Barca melorot, tapi mereka buktikan bisa bangkit.

Pada medio November-awal Januari, Barcelona mengalami periode buruk. Di LaLiga, Yamal dan kolega cuma menang sekali dalam delapan pertandingan di periode tersebut dan menelan empat kekalahan.

Alhasil Barca terlempar di posisi posisi pertama ke posisi tiga. Tapi setelah hasil imbang 1-1 kontra Getafe, mereka bangkit dan tancap gas. Hanya satu laga gagal dimenangi yakni saat ditahan 1-1 oleh Real Betis pada awal April lalu. Sisanya, tim Catalunya itu meraih 15 kemenangan.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick mengatakan, kunci kesuksesan timnya menjuarai Liga Spanyol musim ini adalah kekeluargaan di tim. “Yang menentukan musim ini adalah kekeluargaan yang kami bangun. Semua bekerja dengan gairah dan tahu peran masing-masing. Itu sangat membantu saya untuk mencapai target,” kata Flick dikutip dari laman resmi Barcelona.

Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti kekompakan skuadnya sebagai hal yang belum pernah ia alami sebelumnya. “Atmosfer ruang ganti, saya belum pernah merasakan hal seperti ini. Semua saling menjaga satu sama lain, dan itu sangat unik,” ujarnya.

Ini merupakan musim debut Flick di Barcelona. Sebelum mengantar klub Katalan itu menjadi juara Liga Spanyol, Flick terlebih dahulu membawa Barca menjuarai Piala Super Spanyol dan Piala Raja.

Meski Barcelona memastikan gelar dengan kemenangan atas rival sekota, Flick memilih untuk tidak merayakan secara terbuka di stadion. “Kami ingin menghormati fans Espanyol, jadi perayaan kami lakukan di ruang ganti. Tapi di parade kemenangan, saya akan ikut merayakan dari belakang. Melihat orang-orang tersenyum dan bahagia sudah cukup buat saya,”  ujar Flick.

Flick menolak menyebut satu nama sebagai kunci kesuksesan tim musim ini, termasuk dirinya maupun Yamal. “Kami ini tim. Semua bekerja keras dan memberi yang terbaik,” tegasnya.

Namun pria asal Jerman itu memberikan penghormatan khusus kepada almarhum dokter tim Barca, Dr Charles Minarro. “Dia sedang melihat kami dari atas sana, dan saya yakin dia sangat bangga. Kami tidak melupakannya. Dia bagian besar dari tim ini dan akan selalu ada di hati kami,” tutur Flick.

Dengan gelar ini, Barcelona mengakhiri musim dengan tiga gelar domestik, prestasi yang makin mengukuhkan posisi Flick dalam jajaran elite pelatih Eropa di musim perdananya bersama klub.

Fermin Lopez menegaskan bahwa perayaan Blaugrana tak menyakiti siapa pun. Pasalnya, para pemain Barca bersorak di akhir laga sampai-sampai alat penyiram rumput di lapangan dinyalakan.

“Kami sangat senang. Kami telah bekerja keras untuk berada di sini, dan kami pantas mendapatkannya. Kami tidak menyakiti siapa pun dan kami tidak merendahkan siapa pun. Saya mengerti bahwa kami harus datang karena apa yang terjadi dua tahun lalu,” kata Fermin, dikutip dari AS.

Winger Barca Raphinha mengatakan timnya ingin memenangkan trofi lebih banyak lagi. “Ini gelar liga saya yang kedua dan saya berharap bisa memenangi lebih banyak lagi. Saya rasa kami mesti fokus ke target-target kami sendiri. Kalau kami melakukan tugas kami dan tak memperhatikan tim-tim lain, peluang kami membesar. Kami seharusnya tak melihat ke Madrid musim ini,” ungkap Raphinha dikutip Mundo Deportivo.

Sementara pelatih Espanyol, Manolo González tidak senang setelah timnya mengalami kekalahan. Ia sangat kritis terhadap Yamal setelah melihat remaja itu mencetak gol brilian dan kemudian membuat Leandro Cabrera dikeluarkan dari lapangan. Cabrera diberi kartu merah langsung karena menyerang Yamal, tetapi pelatih Espanyol itu menganggap remaja itu menertawakan insiden itu.

“Kita merusak sepak bola. Pergerakan Cabrera tidak cukup kuat untuk menyebabkan cedera atau kerusakan. Itu bukan penyerangan, pukulan ke wajah, atau tekel keras. Saya memberi tahu Lamine untuk berhenti melakukan diving. Tidak perlu melakukan diving dalam aksi itu,” kata  Gonzalez.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *