Meski Dipalak Pengusaha Rp 5 T, Proyek PT Chandra Asri Alkali Tetap Lanjut

Gubernur Banten Andra Soni menyebut pertemuan di Kementrian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Rabu (14/5) menghasilkan kesepakatan adanya pelibatan pengusaha kecil di setiap investasi yang masuk ke daerahnya.

SERANG (LB)- Proyek pembangunan pabrik kimia chlor alkali-ethylene dichloride (CA-EDC) yang akan dibangun PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dipastikan akan tetap lanjut pasca adanya dugaan pemalakan Rp 5 triliun yang dilakukan pengusaha lokal dan ormas.

Kepastian itu disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni usai melakukan pertemuan dengan Kadin, Pemkot Cilegon, Kepolisian, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPN pada Rabu (14/5) di Jakarta.

“Iya (tidak terganggu). Tepat waktu pelaksanaannya (pekerjaan proyek). Nanti ground breaking-nya di bulan Juni,” kata Andra kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (15/5).

Andra memastikan iklim investasi di Provinsi Banten masih aman. Apalagi, ada kemudahan bagi investor dengan relaksasi yang diberikan oleh Pemerintah berupa tax holiday maupun Tax Allowance.

“Jangan sampai Provinsi Banten tidak ramah investasi. Kita sosialisasikan aturan main yang sudah ada,” ujar Andra.

Mantan Ketua DPRD Banten ini menyebut, pada tahun 2025 realisasi investasi di Banten ditargetkan oleh pemerintah pusat sebesar Rp 119 triliun. Sehingga, lanjut Andra, guna mendukung upaya pencapaian tersebut tentu dibutuhkan kerjasama semua pihak.

Andra pun berharap, kejadian yang membuat ia kecewa tak terulang lagi ke depannya demi menciptakan iklim yang kondusif dalam berinvestasi.

 “Insya Allah, ke depan tidak akan terjadi lagi insiden-insiden seperti yang kemarin terjadi,” tandas Andra.

Serap 3.000 Tenaga Kerja

Sebagai informasi, selama masa konstruksi, proyek ini akan membuka peluang kerja bagi 3.000 tenaga kerja, dan saat beroperasi, akan menyerap 250 pekerja. Pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi 400.000 ton soda kaustik padat (atau 827.000 ton dalam bentuk cair) per tahun, serta 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun.

Dengan produksi ini, ketergantungan Indonesia pada impor Chlor Alkali dapat ditekan hingga Rp 4,9 triliun per tahun.

Sementara itu, seluruh EDC yang dihasilkan akan diekspor, berpotensi menambah devisa negara hingga Rp 5 triliun per tahun.
Produksi dari Pabrik CA-EDC merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri hilir. Chlor Alkali atau soda kaustik digunakan dalam pengolahan air industri, produksi sabun dan detergen, serta pemurnian nikel untuk mendukung rantai nilai kendaraan listrik global. Ethylene Dichloride, bahan utama dalam produksi Polyvinyl Chloride (PVC), sangat penting bagi industri konstruksi.

Selain itu, soda kaustik juga berperan penting dalam industri pulp dan kertas, membantu menghasilkan produk berkualitas tinggi melalui proses pembuatan pulp, pemutihan, dan penghilangan tinta. Untuk merealisasikan proyek ini, Chandra Asri Group mengalokasikan belanja modal sebesar USD 350-400 juta (sekitar Rp 5,5 triliun-Rp 6,3 triliun). *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *