Pemain Chelsea mengerumuni Cole Palmer usai mencetak gol ke gawang Liverpool.
LONDON – Persaingan untuk finis lima besar Liga Inggris 2024/25 semakin sengit setelah Chelsea mengalahkan juara musim ini Liverpool 3-1 dalam lanjutan pekan ke-35 yang dihelat di Stamford Bridge, Minggu (4/5) malam WIB.
Gol-gol Chelsea dicetak Enzo Fernandez, bunuh diri Jarell Quansah dan penalti Cole Palmer. Liverpool mencetak gol hiburan lewat Virgil van Dijk.
Dengan tambahan tiga poin, Chelsea berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 63 poin, selisih empat angka dari Arsenal di posisi kedua dan cuma unggul tiga angka dari Nottingham Forest di posisi keenam. Sedangkan Liverpool yang sudah memastikan diri jadi juara liga bertahan dengan 82 poin.
Kemenangan atas Liverpool tidak cuma menjaga asa Chelsea finis lima besar. Hasil kali ini terasa spesial untuk Si Biru karena jadi yang pertama atas Liverpool sejak 2021.
Sejak mengalahkan Liverpool 1-0 pada Maret 2021, Chelsea melalui 10 pertemuan terakhir dengan Liverpool tanpa kemenangan. Rinciannya tujuh imbang dan tiga kekalahan, termasuk dua kali takluk di final Carabao Cup 2022 dan 2024.
Chelsea juga jadi tim pertama yang meraih dua kemenangan atas tim yang telah dipastikan jadi juara Liga Inggris. Sebelumnya mereka mengalahkan Manchester United 1-0 pada Mei 2013.
“Kami tidak ingin menunggu dan bertahan total, tapi mereka memaksa kami melakukan ini dan itu membuktikan mengapa mereka juara Liga Inggris, karena mereka tim top,” kata manajer Chelsea Enzo Maresca seperti dikutip BBC Sport.
Performa Romeo Lavia menuai pujian. Gelandang asal Belgia yang menjadi starter itu membuat The Blues tampil lebih baik.
Pemain 21 tahun itu bermain selama 78 menit, sebelum digantikan Malo Gusto. Selama di lapangan, Lavia menorehkan statistik oke.
Sofascore mencatat, Lavia membuat 23 umpan dengan akurasi 100 persen. Eks Manchester City dan Southampton itu juga memenangkan 4 dari 7 duel di darat, membuat 2 sapuan, sekali menekel dan mengadang, dan dua kali dilanggar.
Gol Enzo Fernandez juga berasal dari serangan yang dibangun Lavia. Gelandang bertahan itu mengirim bola ke tengah, diterima Palmer, diteruskan ke Pedro Neto, dan terakhir diselesaikan Enzo.
Maresca senang dengan kembalinya Lavia. Ia menyayangkan cedera yang lama mengusik sang pemain, dan berharap bisa konsisten ke depannya. “Sayangnya dia cedera hampir sepanjang musim. Anda bisa lihat tim dengan Romeo menjadi lebih baik. Mudah-mudahan kami bisa menjaganya tetap fit sampai akhir musim,” katanya.
Lavia memasuki musim keduanya di Chelsea. Di tahun pertamanya, ia langsung diganggu cedera sehingga cuma main sekali. Sementara musim ini, ia juga masih diganggu cedera sehingga cuma membuat 15 penampilan.
Kemenangan ini berarti besar untuk gelandang serang Chelsea, Cole Palmer. Sebab, Palmer berhasil menyudahi puasa golnya sejak awal tahun.
Palmer untuk pertama kalinya sejak 14 Januari mampu membobol gawang lawan. Ini adalah gol ke-14 Palmer di Liga Inggris musim ini sekaligus jadi gol ke-37 di liga sejak membela Chelsea musim lalu.
Dia adalah top scorer ke-10 sepanjang masa Chelsea di Premier League. Meski berhasil menyudahi puasa golnya, Palmer tidak merayakan secara berlebihan mengingat hal itu wajar dialami setiap pesepakbola.
Palmer hanya berusaha tampil sebaik-baiknya ketika dipercaya bermain dan hasilnya pun terlihat di laga kontra Liverpool. “Saya merasa biasa-biasa saja. Tentu saja itu sudah terjadi, saya puasa gol tiga bulan tapi itu membuat saya lebih termotivasi dan berupaya untuk melakukan lebih untuk diri saya dan tim. Media sosial sekarang cuma dipenuhi orang-orang idiot, cela, dan segalanya. Saya tidak peduli dengan itu. Saya bikin gol hari ini dan saya senang sekali,” ujar Palmer di BBC Sport.
Sementara manajer Liverpool, Arne Slot, menyebut timnya bermain kurang agresif. Meski menguasai 64,6% penguasaan bola, Liverpool hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
“Kami tidak menunjukkan penurunan di banyak aspek. Di laga ini, terlihat jelas mengapa kami bisa memenangkan liga. Kami mampu membawa bola dari lini belakang dengan baik dan bangkit setelah tertinggal 2-0. Kami tidak pernah menyerah,” ujar Slot kepada BBC Match of the Day.
Namun, Slot juga mengakui adanya kekurangan. Chelsea, menurut Slot, tampil luar biasa dengan organisasi tim yang rapi dan individu-individu berkualitas. “Marginnya sangat tipis. Di beberapa momen, kami kehilangan sedikit persentase performa. Di sepertiga akhir, kami kurang agresif dan gagal memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” kata Slot.***
