Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
BANDUNG (LB)- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti secara serius dengan menggandeng aparat penegak hukum terkait ancaman pembunuhan terhadap Gubernur Dedi Mulyadi.
Pemprov Jabar pun memastikan keamanan dan perlindungan secara maksimal kepada Gubernur Dedi Mulyadi saat menjalankan tugas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, mengatakan Pemprov Jabar secara internal akan melakukan konsolidasi dengan aparat penegak hukum terkait ancaman ini agar semuanya baik-baik saja.
“Saya kira kita kan negara hukum, bukan negara kekuasaan, jadi kami kembalikan ke hukum yang berlaku dan saya kira ada aparat penegak hukum,” ujarnya kepada awak media di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Rabu (23/4). Herman menyebut, Pemprov bakal mengarahkan Tim Siber Jabar yang akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri ancaman tersebut.
Pasalnya, ancaman tersebut sudah sangat serius karena menyangkut nyawa.
Karena itu, perlu ada tindakan tegas lantaran sudah menyangkut tindak pidana. “Nanti kami akan koordinasi dengan aparat penegak hukum dengan Tim Siber kami untuk memastikan dalam tanda kutip ya ancaman, hambatan, tantangan, gangguan, baik yang online maupun offline,” tuturnya.
“Kami harus antisipasi. Kami harus mitigasi,” ucapnya.
Dia menyebut, pro dan kontra atas kebijakan Pemprov Jabar di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar terjadi. “Di mana pun, kapan pun, yang punya kebijakan pemerintah tidak mungkin semuanya pro, pasti ada pro dan kontra,” kata Herman. Meski begitu, Pemprov Jabar berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh warga melalui berbagai kebijakan. “Niat kami kan untuk mencerahkan masyarakat, niat kami untuk membahagiakan masyarakat dan praktiknya ini kan aktualisasinya melalui berbagai kebijakan,” tuturnya. *
