MU Sudah Kalah 8 Kali di Old Trafford

Aksi Rasmus Hojlund dihadang pemain Wolverhampton Wanderers.

MANCHESTER  – Manchester United (MU) kembali ke sebuah catatan buruk. Setelah 62 tahun, MU menelan kekalahan terbanyak di Old Trafford.

MU menelan kekalahan saat menjamu Wolverhampton Wanderers (Wolves) dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (20/4) malam WIB,. Gol tendangan bebas Pablo Sarabia pada menit ke-77 membungkam tuan rumah.

Itu menjadi kekalahan ke-15 yang ditelan MU sepanjang Premier League musim ini. Jumlah kekalahan ini adalah yang terbanyak sejak musim 1989/1990, kala Setan Merah 16 kali kalah sepanjang musim.

Bukan tidak mungkin jumlah kekalahan musim ini kembali bertambah dan MU memperbarui catatan buruk tersebut. Ada pula catatan lain, terkait jumlah kekalahan di Old Trafford.

Hasil dari Wolves membuat MU sejauh ini sudah delapan kali dipermalukan di rumah sendiri. Jumlah itu adalah yang terbanyak sejak musim 1962/1963 (9 kalah).

Mengingat MU masih dua kali lagi bermain di kandang pada sisa lima laga musim ini, lagi-lagi bukan tidak mungkin angkanya memburuk. Dan di sisa dua laga kandang itu lawannya pun tak mudah yakni West Ham United dan Aston Villa.

Secara permainan, MU sebenarnya lebih dominan atas Wolves namun kesulitan menciptakan ancaman serius. Meski melepas 12 tembakan, hanya dua yang on target.

Wolves membuktikan lebih efisien dan efektif, dengan separuh dari empat tembakannya mengarah ke gawang dan menghasilkan gol. Manajer MU Ruben Amorim tak bisa tak menyoroti penyelesaian serangan timnya.

Dalam empat laga terakhir di Liga Inggris yang seluruhnya gagal dimenangi, MU tak bisa mencetak satupun gol. Juga, 38 gol sepanjang 33 laga musim ini jadi bukti lain bahwa MU memang seret gol.

“Kami kebobolan satu gol dengan satu-satunya tembakan on target mereka. Mereka mencetak satu gol dan kami kalah. Perjalanannya akan seperti ini, naik dan turun, mari kita selesaikan musim. Hari-hari ini sangatlah mengecewakan. Kami lebih baik dari lawan, tapi kalau tidak mencetak gol ya Anda tak bisa menang,” kata Amorim kepada Sky Sports.

Salah satu pemain yang disorot adalah penampilan  Rasmus Hojlund.  Ia  kesulitan menemukan performa terbaiknya di Manchester United. Striker asal Denmark itu dinilai belum layak memimpin lini serang Setan Merah.

Saat melawan Wolves,  Hojlund yang dipasang sebagai ujung tombak tim cuma bisa melepaskan satu tembakan selama berada di lapangan.

Catatan buruk itu menambah daftar performa jeblok Hojlund musim ini. Penyerang 22 tahun itu cuma bisa bikin 1 gol saja dari 27 penampilan di semua kompetisi sejak Desember 2024.

Jumlah gol tersebut jelas tidak sebanding dengan harga yang dibayar MU untuk Hojlund. Setan Merah menebus Hojlund dari Atalanta seharga 64 juta Pound  pada Agustus 2023.

Performa jeblok Hojlund di MU disorot tajam Alan Shearer. Legenda Timnas Inggris ini menilai Hojlund kena mental dan belum cocok menjadi striker di klub sebesar MU.

“Saya melihat pemain yang kesulitan dalam diri Hojlund. Dia belum siap dan tidak layak memimpin serangan di klub seperti MU. Saya melihat seorang pemain yang tak mau berada di sana. Tidak diragukan lagi ada krisis kepercayaan diri. Dia telah ditempatkan pada situasi sangat sulit, Dia belum berada pada tahap kariernya untuk memimpin lini depan. Saya tidak mengatakan tidak ada pemain bagus di sana, saya pikir ada, tetapi dengan tekanan yang ada, ia belum siap untuk memimpin sektor serangan,” kata Shearer, dilansir dari BBC.

Walau demikian, Manchester United dipastikan selamat dari degradasi musim ini. Poin Setan Mearh sudah melampaui poin maksimal yang bisa diraih tim peringkat ke-18, Ipswich Town.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *