Laga Borussia Dortmund melawan Barcelona.
DORTMUND – Barcelona menyerah 1-3 dari Borussia Dortmund pada leg kedua perempatfinal Liga Champions. Namun Blaugrana tetap ke semifinal karena menang agregat 5-3.
Dalam laga di Signal Iduna Park, Rabu (16/4) dini hari WIB, Barcelona datang dengan modal keunggulan agregat 4-0 di leg pertama. Tuan rumah memimpin 1-0 di babak pertama lewat Serhou Guirassy. Dia kemudian mencetak brace di awal babak kedua lewat sundulan, yang membuat Dortmund memimpin 2-0.
Barcelona memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di menit ke-54 lewat bunuh diri Ramy Bensebain. Guirassy kemudian membuat hat-trick yang mengantarkan Dortmund menang 3-1 di leg kedua.
Pelatih Barca, Hansi Flick mengapresiasi keberhasilan timnya. Menurutnya Los Cules memang layak menembus babak empat besar. “Kami berada di semifinal. Dua pertandingan dinilai berdasarkan ini dan kami layak berada di babak berikutnya,” kata Flick di laman UEFA.
Namun ia menyebut Dortmund merupakan tim yang sangat kuat. “Mereka memiliki tim yang hebat dan membuat kami sangat sulit, tetapi kami lolos ke babak berikutnya dan itulah yang terpenting. Kami tidak bermain sebaik mungkin kali ini, tetapi itu juga karena Dortmund yang bermain sangat baik. Apa yang telah dicapai tim dalam beberapa minggu terakhir sangat fenomenal. Kami sekarang selangkah lebih maju, tetapi kami masih jauh dari akhir,” jelasnya.
Dortmund yang tampil amat dominan terus meneror pertahanan garis tinggi Barca. Tapi Blaugrana kemudian mendapatkan angin segar saat Bensebaini bikin gol bunuh diri. Dortmund bahkan punya dua gol yang dianulir, masing-masing dari Pascal Gross dan Julia Brandt. “Saya sangat mengenal Dortmund dan mereka menunjukkan betapa bagusnya mereka. Mereka punya pemain-pemain yang sangat bagus di depan, yang sangat cepat,” kata Flick dikutip Mundo Deportivo.
Hasil ini juga berarti harapan Los Cules untuk meraih treble tetap menyala. “Ini sangat penting buat para suporter, buat klub. Luar biasa bisa mencapai semifinal di tahun pertama. Ini berarti kami salah satu dari empat tim terbaik di Eropa dan itu fantastis,” kata Flick.
Penyerang Barca Robert Lewandowski menilai timnya menghadirkan ketegangan yang tak perlu, dengan membiarkan Dortmund menebar ancaman. Dortmund tercatat punya 11 peluang on target, sementara Barca hanya dua.
“Ini pertandingan yang gila. Melihat ke kedua pertandingan, kami ada di semifinal karena memang layak, tapi kami menciptakan ketegangan dan rasa gugup sendiri,” kata Lewandowsi, dikutip Mundo Deportivo.
Lewandowski merasa Barca gagal mengontrol pertandingan sehingga tuan rumah terus menumbuhkan kepercayaan diri. Baginya ini adalah sebuah tamparan yang semestinya menyadarkan, apalagi lawan selanjutnya akan makin berat.
“Kami kurang mengontrol lini tengah, membuat banyak kesalahan. Kami kehilangan penguasaan, ceroboh dari mengumpan, kami memudahkan lawan. Laga ini harus dianalisis secara mendalam. Kami harus belajar dari sini. Kami tak bisa bermain seperti ini, kalau kami hendak kalah dan membuat kesalahan, lebih baik kami melakukannya di tahap ini. Ke depannya tidak ada lagi ruang untuk kesalahan-kesalahan itu. Mungkin ini adalah alarm yang kami butuhkan,” tutur Lewandowski
Sementara pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac mengaku tetap puas karena skuadnya berhasil memberikan kekelahan pertama bagi Lamine Yamal dan rekan-rekan di 2025 ini. “Kita semua menyaksikan pertandingan sepak bola yang hebat ini, terutama dari tim saya. Intensitasnya tinggi dengan banyak tekanan ke depan. Saya jelas kecewa karena kami tersingkir, tetapi kami telah memberikan kekalahan pertama Barcelona pada tahun 2025 dan itu sangat berarti. Kami bisa sangat bangga dengan diri kami sendiri,” ujar Kovac di laman resmi UEFA.
Ia menyebut laga ini berbeda dengan duel di kandang Barca. “Pertandingannya sangat berbeda dengan leg pertama. Kami jauh lebih berani, jauh lebih tajam, kami memiliki lebih banyak keberanian, dan tentu saja penonton kami juga merupakan faktor besar dalam pertandingan seperti ini, yang membuat saya sangat senang. Bermain seperti itu melawan Barcelona layak mendapatkan semua apresiasi,” kata Kovac.
Penyerang Serhou Guirassy bangga dengan permainan timnya. “Saya bangga karena kami bermain dengan sangat baik dan saya pikir para penggemar sangat puas. Mereka (para penggemar) melihat permainan yang bagus,” ujar Guirassy dikutip dari laman klub.***
