Memperingati HUT ke-102, MATAKIN Gelar Musker: Prioritaskan Sinergitas Program antar Bidang di Pusat dan Daerah

KI-KA: Ws. Wawan Wiratma, Ws. Sunarta Hidayat, Dr. H. Susari, MA, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Xs. Budi S. Tanuwibowo, Ws. Chandra Setiawan, dan H. Ajam Mustajam, Msi.

BOGOR (LB)—MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) baru saja sukses menyelenggarakan Musker (Musyawarah Kerja) dalam rangka peringatan HUT-nya yang ke-102 tahun.

          Musker yang dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut dihelat dari Kamis (10/4/2025) hingga Minggu (13/04/2025) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Acara yang merupakan pertemuan rutin pengurus MATAKIN guna membahas program-program prioritas setahun kedepan ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus pusat saja, namun dihadiri pula oleh sejumlah pengurus MATAKIN provinsi di berbagai wilayah.

Kehadiran MATAKIN provinsi di musyawarah kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas pusat dan daerah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar.

          Menteri Agama saat pembukaan acara menyebut pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama melalui Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu menyambut baik sinergitas yang terjalin antara MATAKIN dengan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan umat mulai dari pendidikan, kesejahteraan ekonomi, sosial, kependudukan, dan sebagainya.

Melalui Musyarawah Kerja Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN ini, Menag berharap rohaniwan Khonghucu dapat memberikan sumbangsih nyata dalam program-program prioritas Kementerian Agama.

Ketum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo.

Antara lain dalam mengambil peran dalam menjaga kerukunan dan cinta kemanusiaan, eco teologi yakni memberikan teladan kepada umat untuk merawat dan mencintai lingkungan, ataupun pemberdayaan ekonomi umat melalui program dana kebajikan yang telah berjalan selama ini.

          Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo mengatakan bahwa Musker MATAKIN kali ini berfokus pada sinergitas program-prorgam MATAKIN di berbagai bidang.

Menurutnya sinergitas penting dilakukan agar program-program yang dijalankan dapat menggema lebih luas apalagi pada musyawarah kali ini dihadiri oleh MATAKIN provinsi di beberapa wilayah.

Antara lain Kepualuan Riau, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Utara sehingga apa yang menjadi fokus kerja MATAKIN setahun kedepan dapat terintegrasi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi landasan program MATAKIN dapat tercapai dengan baik.

Prosesi pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Barongsai Genta Suci Cimanggis.

          Budi menambahkan tema yang diangkat kali ini yakni “Sejatinya untuk Memperoleh Kegemilangan, Tergantung Kemauan Kuat Kita Sendiri. Berencana tapi Tak Berangan Kosong” pun merupakan komitmen MATAKIN untuk merealisasikan program-program yang telah disusun betapapun banyaknya kendala yang harus dihadapi.

Selain membahas program kerja, menurut Budi pada musyawarah kerja kali ini dilakukan pula evaluasi kinerja organisasi baik pusat dan daerah agar kedepan MATAKIN dapat bergerak sesuai dengan visi misinya seperti yang tertuang dalam AD/ART MATAKIN.

Pemotongan tumpeng HUT MATAKIN ke-102 oleh Ketum MATAKIN.

          Di sela-sela Musker MATAKIN tersebut digelar prosesi potong tumpeng dan doa bersama dalam rangka memperingati HUT-nya yang ke-102.

Budi berharap diusianya yang ke-102 tahun MATAKIN dapat terus memberikan manfaat bagi umat juga masyarakat luas.

Menteri Agama berfoto bersama peserta Musker MATAKIN.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Dr. H. Susari MA, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat H. Ajam Mustajam, Msi, Kepala Kemenag Kab. Bogor, H. Syukuri Ahmad Fanani. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *