Awal Agustus, ICATI Gelar Taiwan Higher Education Fair Indonesia 2026 di Lima Kota, Hadirkan 65 Perguruan Tinggi dari Taiwan

KI-KA: Tomas Thajeb, Simon Hu, Meichi Shih, Hengky Lau, Sudjadi Mulia, dan Iwan Purnama.

JAKARTA (LB)—ICATI (Ikatan Citra Alumni Taiwan Se-Indonesia) kembali menggelar THEFI (Taiwan Higher Education Fair Indonesia). THEFI 2026 akan digelar pada 1–9 Agustus di lima kota besar di Indonesia.

          Ketua Umum ICATI Hengky Lau mengatakan pameran akan berlangsung di Jakarta pada 1 Agustus, Bandung pada 2 Agustus, Semarang pada 4 Agustus, Surabaya pada 6–7 Agustus, dan Medan pada 9 Agustus.        

          “Pada penyelenggaraan pameran ini, kami mendapat dukungan dari Ministry of Education Taiwan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, TETO (Taipei Economic and Trade Office), serta KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taipei,” tambah Hengky, dalam konferensi pers di Klub Damai Indah Golf PIK, Pantai Indah Golf, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2026).

          Hadir dalam konferensi pers tersebut Director Education Division TETO di Indonesia Meichi Shih, Ketua ICATI Jakarta  ⁠Simon Hu, Ketua Pelaksana THEFI 2026 ⁠Sudjadi Mulia, Wakil Ketua ICATI Pusat ⁠Tomas Thajeb, dan Wakil Ketua Pelaksana THEFI 2026 Iwan Purnama.

          Kembali Hengky Lau menjelaskan ICATI yang telah berdiri selama 57 tahun kini memiliki lebih dari 10.000 anggota aktif dan berperan sebagai jembatan penghubung antara institusi pendidikan Indonesia dan Taiwan.

“Dalam pelaksanaannya, ICATI berperan aktif sebagai jembatan penghubung antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Taiwan, memfasilitasi informasi dan peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia, serta memberikan dukungan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan,” kata Hengky.

          Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Panitia THEFI 2026 Sudjadi Mulia, mengatakan pameran tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2013.

          Sebanyak 65 perguruan tinggi dari Taiwan akan berpartisipasi dengan menghadirkan lebih dari 180 delegasi yang terdiri atas rektor, wakil rektor, dekan, dosen, direktur, hingga pimpinan kantor hubungan internasional.

Konferensi pers penyelenggaraan THEFI 2026.

          “Selain memperkenalkan program akademik unggulan, para delegasi juga akan menjajaki peluang kerja sama strategis dengan perguruan tinggi serta sekolah menengah umum dan kejuruan di Indonesia,” ujar Sudjadi.

          Menurut Wakil Ketua Umum Panitia THEFI 2026 Iwan Purnama, minat pelajar Indonesia untuk kuliah di Taiwan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu tercermin dari bertambahnya jumlah universitas yang mengikuti THEFI.

          Dia katakan, saat THEFI pertama pada 2023, sebanyak 46 universitas Taiwan berpartisipasi. Jumlah itu meningkat menjadi 57 universitas pada 2024 dan mencapai 65 universitas pada 2025, yang kembali dipertahankan pada penyelenggaraan THEFI 2026.

Iwan Purnama menambahkan, jurusan yang paling diminati pelajar Indonesia di Taiwan antara lain manajemen dan keuangan, teknologi informasi dan teknik, kesehatan, bioteknologi, serta sejumlah program vokasi seperti bisnis, food and beverage, arsitektur, dan bidang medis.         

Sementara itu Director Education Division TETO di Indonesia, Meichi Shih, mengatakan pada 2025, jumlah mahasiswa asing di Taiwan mencapai sekitar 140.000 orang, dengan 91.000 di antaranya merupakan mahasiswa program gelar.

          Dalam periode 2021–2025, jumlah mahasiswa internasional meningkat 50 persen, sementara mahasiswa program gelar naik 40 persen. Dan, kata dia, Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang mahasiswa asing terbesar di Taiwan.

          “Sekarang jumlah mahasiswa yang dari Indonesia di Taiwan itu mencapai 14.000 mahasiswa Indonesia dan ini top two dari semua negara yang berkuliah di Taiwan,” ujar Meichi.

          Ada pun tiga bidang studi yang paling diminati mahasiswa Indonesia adalah engineering, bisnis dan manajemen, serta teknologi informasi.

          Pemerintah Taiwan juga menyediakan berbagai beasiswa mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, termasuk beasiswa belajar Bahasa Mandarin selama satu tahun yang pendaftarannya dibuka setiap Februari hingga Maret melalui TETO. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *