MRT Stasiun Monas Ditargetkan Beroperasi pada Akhir 2027

Pekerja melakukan uji coba perlintasan jalur kereta MRT Fase 2A CP 201 di kawasan Gambir, Jakarta, Rabu (22/7).

JAKARTA (LB)- PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin pada paket pengerjaan CP 201 Fase 2A dapat selesai dan beroperasi penuh pada akhir tahun 2027.

​Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina mengatakan saat ini progres pembangunan fisik CP 201 yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga Monas telah mencapai 92 hingga 93 persen.

​”Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju 93 persen. Insya Allah selesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beroperasi di akhir 2027,” kata Weni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, pengerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian interior stasiun, mencakup pemasangan mekanikal-elektrikal, arsitektural, hingga tahap penyelesaian akhir (finishing).

​Mengenai pengerjaan di tengah dinamika ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah, Weni memastikan pagu anggaran proyek CP 201 yang bernilai estimasi Rp4,1 triliun tersebut masih terjaga dan sesuai dengan nilai kontrak awal.

Sementara terkait kendala lapangan, dia mengungkapkan bahwa tantangan utama pembangunan struktur bawah tanah pada paket ini adalah kondisi tanah yang cukup lunak. Kendati demikian, kendala geologi tersebut telah berhasil diatasi melalui rekayasa teknik penstabilan tanah.

Selain itu, guna menjaga kelancaran jalan protokol di kawasan Medan Merdeka Barat, MRT Jakarta menerapkan metode box jacking atau pembuatan terowongan bawah tanah menuju Jalan Museum Nasional tanpa mengganggu akses jalan di atasnya.

​Stasiun Monas didesain khusus sebagai stasiun ikonik berbasis kawasan cagar budaya (heritage). Stasiun ini memiliki panjang sekitar 220 meter dengan kedalaman peron kereta mencapai 15 hingga 18 meter di bawah tanah.

​”Karena masuk kawasan heritage, bangunan di atas permukaan kita buat tidak tinggi, istilahnya sunken entrance yang langsung masuk ke area bawah tanah. Ventilasi dan cooling tower juga dibuat semi-sunken,” ujarnya.

​Untuk mengantisipasi potensi genangan air hujan pada konsep sunken entrance, MRT Jakarta melengkapi stasiun dengan sistem drainase khusus dan pintu penahan banjir (flood gate).

​Stasiun Monas memiliki dua pintu masuk (entrance), yakni Grand Entrance yang menghadap langsung ke Monumen Nasional dan pintu masuk di Jalan Museum Nasional. Stasiun ini juga dilengkapi koridor panjang untuk area pameran edukasi dan seni, serta pusat informasi wisatawan (information center). *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *