Pemkab Tangerang Perkuat Strategi Hadapi Puncak Kemarau Tahun Ini

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono memberikan keterangan resmi terkait penyiapan strategi menghadapi kemarau panjang.

TANGERANG (LB)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, tengah memperkuat strategi langkah antisipasi dan mitigasi dalam menghadapi puncak musim kemarau panjang yang akan berdampak pada kekeringan lahan pertanian di daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono di Tangerang, Selasa (27/7) mengatakan, penguatan strategi dan mitigasi kemarau ini dilakukan seiring dengan adanya prediksi dari BMKG terjadinya potensi fenomena El-Nino pada Agustus hingga Oktober 2026.
“Menindaklanjuti kondisi tersebut Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian PU melalui BBWS dan Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.
Ia menyebut, durasi musim kemarau tahun ini diprediksi berkisar antara 19 hingga 27 dasarian, dengan curah hujan yang sangat rendah, yakni antara 0 hingga 50 mm sepanjang periode Agustus hingga Oktober 2026.
Kendati demikian, pihaknya kini menyiapkan strategi melalui kolaborasi lintas sektor antara lain bersama Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Pemerintah Provinsi Banten untuk menyalurkan berbagai program bantuan konkret bagi kelompok tani yang terdampak.
“Langkah mitigasi ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur pengairan dan pemulihan sektor pertanian. Sejumlah program bantuan yang disiapkan,” ujarnya.
Ujang bilang, langkah penyediaan infrastruktur dalam memperkuat mitigasi kekeringan yang terjadi di sektor pertanian seperti pembangunan irigasi perpompaan (Irpom) dan irigasi perpipaan (Irpip).
Kemudian, lanjutnya, dilakukan pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT), optimalisasi lahan (Oplah) pertanian, bantuan benih khusus bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen.
“Hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya guna menjaga produktivitas pertanian tetap berjalan,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan wilayah rawan terdampak kekeringan. Di mana, saat ini terdapat 15 kecamatan masuk ke dalam zona kekeringan atas kemarau panjang tersebut.
“Beberapa titik awal yang teridentifikasi antara lain berada di Kecamatan Rajeg serta beberapa kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.  *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *