Pemkab Kuningan Prioritaskan Pengembangan 250 Hektare Lahan Tebu

Kegiatan tanam tebu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

KUNINGAN (LB)- Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memprioritaskan pengembangan tanaman tebu seluas 250 hektare pada 2026 untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah mengatakan pengembangan komoditas tebu menjadi salah satu program strategis daerah, dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis sektor perkebunan.

“Kami memperoleh target pengembangan tebu seluas 250 hektare pada 2026. Namun Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah diusulkan mencapai 267 hektare, melampaui target yang ditetapkan pemerintah,” katanya saat dikonfirmasi di Kuningan, Rabu (8/7).

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme petani dalam mengembangkan komoditas tebu sekaligus menjadi modal penting untuk menyukseskan program swasembada gula.

Wahyu menuturkan pengembangan tebu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi gula, melainkan membangkitkan kembali pula komoditas yang pernah berkembang di Kabupaten Kuningan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Ia menyebutkan keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN sektor gula, penyuluh pertanian, pelaku usaha, dan para petani.

“Kolaborasi antarpemangku kepentingan tersebut menjadi faktor penting untuk mempercepat perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas tebu di daerah,” katanya.

Pemerintah, kata dia, saat ini menjalankan dua strategi utama dalam meningkatkan produksi gula nasional, yakni melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang sudah ada serta perluasan areal tanam baru.

Ia menyampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap program itu, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan benih tebu unggul senilai Rp10 juta per hektare serta bantuan pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare kepada petani.

Wahyu mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas tanaman, sekaligus mempercepat pengembangan kawasan tebu di Kabupaten Kuningan.

Ia juga mengajak para petani menjaga semangat dalam mengembangkan komoditas tebu, karena keberhasilan sektor pertanian hanya dapat diraih melalui proses panjang, kerja keras, dan ketekunan.

“Melalui pengembangan tebu, pemerintah menargetkan peningkatan produksi gula nasional, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta percepatan terwujudnya swasembada gula nasional,” ucap dia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *