Petugas Dinas PUPR Kota Tangerang melakukan perbaikan jalan rusak.
TANGERANG (LB)- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten menyebut perbaikan 1.024 titik jalan rusak selama periode Januari-Juni 2026, menggunakan metode penambalan dengan hotmix hingga paving block.
“Jadi, untuk perbaikan jalan rusak, kita gunakan sistem tambal dengan hotmix maupun paving block. Kita sesuaikan dengan kondisi, namun tetap mengedepankan keselamatan pengendara saat dilintasi,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni dalam keterangan di Tangerang, Rabu (8/7).
Ia menuturkan perbaikan jalan dilakukan petugas dari adanya laporan yang masuk maupun temuan langsung di lokasi. Perbaikan jalan di 1.024 titik atau seluas 34.533,8 meter persegi menjadi bukti konkret upaya pemerintah untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap dalam kondisi prima.
”Kami memastikan upaya perbaikan bisa terus digencarkan hampir setiap hari untuk merespons langsung keluhan masyarakat sekaligus memastikan kondisi infrastruktur jalan di semua wilayah bisa dilalui dengan aman dan nyaman,” ujar Taufik.
Sementara itu, beberapa ruas jalan utama yang menjadi fokus perbaikan selama enam bulan terakhir, seperti Jalan Raya M. Toha yang menghubungkan Kota Tangerang-Kabupaten Tangerang via Pasar Kemis, Jalan Raya HOS Cokroaminoto yang menghubungkan Kota Tangerang-Jakarta via Ciledug Raya, dan Jalan Husein Sastranegara yang menjadi jalur akses dari Kota Tangerang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sampai saat ini proses perbaikan jalan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari jalan kota sampai jalan lingkungan dengan fokus perbaikan berupa penambalan jalan menggunakan hotmix maupun paving block sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan
“Pemkot Tangerang berkomitmen terus meningkatkan kegiatan perbaikan jalan dalam beberapa bulan ke depan, termasuk telah menentukan ruas jalan prioritas daerah yang akan diperbaiki dalam skala besar,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan mengapresiasi masyarakat yang terus aktif memberikan masukan, kritik, dan saran sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan Kota Tangerang.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan yang tepat sasaran. “Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan, saran, dan aduan yang disampaikan masyarakat. Kami memohon pengertian bahwa dalam pelaksanaan program terdapat skala prioritas yang harus didahulukan. Namun, kami pastikan setiap laporan yang masuk terus diproses dan ditindaklanjuti demi kepentingan serta kemaslahatan masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono. *
