Foto Ilustrasi kucing liar datang ke kebun atau halaman rumah.
JAKARTA (LB)- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 22.000 kucing lokal disterilisasi secara gratis sepanjang 2026 sebagai upaya mengendalikan populasi kucing liar tanpa melakukan pemusnahan.
“Pemprov DKI terus melipatgandakan kuota sterilisasi gratis untuk kucing lokal jantan dan betina. Saat ini mencapai target 22.000 ekor pada tahun 2026,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Rabu (8/7).
Hasudungan mengatakan, sterilisasi menjadi cara paling efektif untuk mengendalikan populasi kucing liar karena dapat mencegah hewan tersebut terus berkembang biak.
Menurut dia, kuota sterilisasi terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, Pemprov DKI menargetkan sterilisasi 9.000 ekor kucing. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 21.000 ekor pada 2025 dan kembali bertambah menjadi 22.000 ekor pada 2026.
Hasudungan menegaskan, Pemprov DKI tidak akan mengendalikan populasi kucing liar melalui pemusnahan massal. Sebaliknya, pemerintah memilih pendekatan yang mengedepankan kesejahteraan hewan (animal welfare) dan konsep One Health, yakni menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara bersamaan.
Selain meningkatkan kuota sterilisasi, Dinas KPKP juga menjalankan program Trap-Neuter-Return (TNR). Melalui program tersebut, kucing liar ditangkap, disterilisasi, lalu dikembalikan ke habitatnya agar tidak terus berkembang biak.
Untuk mendukung program itu, Pemprov DKI mengoperasikan lima unit Mobil Klinik Hewan Keliling yang dijadwalkan melayani masyarakat di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Hasudungan mengatakan, mobil klinik tersebut melengkapi layanan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sehingga semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan layanan sterilisasi gratis.
Di sisi lain, Hasudungan memperkirakan populasi kucing liar di Jakarta saat ini mencapai sekitar 300.000 ekor. Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti angka kelahiran, kematian, jumlah kucing yang telah disterilisasi, hingga kucing peliharaan yang dibuang atau dilepasliarkan.
“Estimasi jumlah populasi kucing liar berdasarkan jumlah RT di wilayah DKI Jakarta berada di kisaran angka 300.000 ekor. Perlu kami tekankan bahwa angka ini sangat fluktuatif dan dinamis,” kata Hasudungan. Dengan penambahan kuota sterilisasi, Pemprov DKI berharap laju pertumbuhan populasi kucing liar dapat ditekan secara bertahap sehingga keberadaannya tetap terkendali. *
