Ambisi Kanada Diuji Maroko

Jonathan David, Pemain Kanada.

HOUSTON – Kanada ditantang Maroko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, AS Minggu (5/7) pukul 00.00 WIB. Duel  ini jadi momen bersejarah bagi The Reds yang untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia.

Sebelum jadi tuan rumah Piala Dunia 2026, Kanada belum sekali pun mendulang poin dari enam laga mereka di Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya.

Catatan itu sekarang berubah. Kanada di bawah asuhan Jesse Marsch membuka turnamen dengan hasil imbang 1-1 kontra Bosnia Herzegovina, lalu unggul telak 6-0 atas Qatar, dan tumbang 1-2 dari Swiss.

Finis sebagai runner-up Grup B membawa Jonathan David dan rekan-rekan lolos ke babak 32 besar, tempat mereka menekuk Afrika Selatan 1-0.

Performa Kanada sejauh ini menampilkan disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik. Ketika kontra Afrika Selatan, The Reds tidak mendominasi, tapi konsisten menjaga benteng pertahanan, sehingga Bafana-Bafana gagal mencetak gol. Moïse Bombito dan Derek Cornelius jadi tembok yang sulit ditembus.

Di lini depan, Jonathan David jadi tumpuan utama dengan sumbangan 3 gol. Ketajamannya dipadu bersama kecepatan Tajon Buchanan dan Tani Oluwaseyi memberi variasi serangan.

Sementara perjalanan Maroko juga tidak mudah. Wakil Afrika itu langsung menghadapi Brasil pada laga pembuka dengan hasil imbang 1-1. Setelah itu, anak asuh Mohamed Ouahbi unggul 1-0 atas Skotlandia, lalu menang 4-2 atas Haiti, dan lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C, lalu mengalahkan Belanda di babak 32 besar.

Maroko kembali dipimpin Achraf Hakimi dan Nayef Aguerd. Yassine Bounou tetap jadi sosok penting di bawah mistar. Di sektor serang, Ismael Saibari tampil sebagai salah satu pemain paling berbahaya sepanjang turnamen dengan sumbangan 3 gol.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *