Matheus Cunha, Pemain Brasil.
HOUSTON – Brasil bakal menghadapi laga sulit menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia yang dihelat di NRG Stadium, Houston, Selasa (30/6) pukul 00.00 WIB. Brasil jangan sampai meremehkan wakil Asia itu.
Selecao melaju ke fase gugur dengan status juara Grup C. Meski sempat ditahan imbang 1-1 oleh Maroko pada laga pembuka, tim asuhan Carlo Ancelotti menunjukkan grafik meningkat dengan mengalahkan Haiti dan Skotlandia masing-masing dengan skor telak 3-0. Brasil pun mengoleksi 7 poin dengan selisih gol surplus 6, unggul produktivitas atas Maroko.
Ketajaman lini depan yang dimotori Vinicius Jr dan Matheus Cunha menjadi senjata utama. Vinicius bahkan mencatatkan rekor spesial dengan selalu mencetak gol di setiap laga fase grup, menyamai pencapaian legenda seperti Jairzinho (1970), Romario (1994), serta Ronaldo dan Rivaldo (2002). Catatan sejarah menunjukkan, setiap kali ada pemain Brasil yang mencetak gol di seluruh laga grup, Selecao selalu keluar sebagai juara dunia.
Selain tajam, pertahanan Brasil juga mulai solid dengan catatan dua clean sheet beruntun. Ini menjadi modal penting mengingat Brasil sempat memiliki tren buruk selalu kebobolan dalam enam laga sebelum turnamen dimulai.
Sementara Jepang lolos sebagai runner-up Grup F setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia pada laga terakhir. Tim asuhan Hajime Moriyasu ini membuktikan kapasitasnya sebagai pembunuh raksasa setelah mengalahkan Inggris dan menahan imbang Belanda tahun ini dalam laga uji coba.
Samurai Biru memiliki memori manis saat mengalahkan Brasil 3-2 dalam laga persahabatan Oktober lalu. Itu merupakan kemenangan pertama Jepang atas Brasil setelah 14 pertemuan.
Namun, Jepang dihantui kutukan fase gugur; mereka belum pernah memenangi pertandingan setelah fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia (tersingkir di 16 besar pada 2002, 2010, 2018, dan 2022).
Pemenang dari duel ini ditunggu pemenang Pantai Gading kontra Norwegia di babak 16 besar.***
