Laga Ekuador melawan Jerman.
NEW JERSEY – Perjuangan tanpa lelah diperlihatkan Timnas Ekuador saat mengalahkan Jerman 2-1 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, AS, Jumat (26/6) dini hari WIB. Ekuador pun lolos ke fase 32 besar mendampingi Jerman dan Pantai Gading.
Pada laga itu, Jerman sempat unggul cepat melalui gol Leroy Sane pada menit kedua. Namun, Ekuador bangkit lewat gol Nilson Angulo (9′) dan Gonzalo Plata (77′) untuk membalikkan keadaan sekaligus mengamankan tiga poin.
Jerman tetap finis sebagai juara Grup E dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan, unggul selisih gol atas Pantai Gading yang juga mengumpulkan enam poin setelah mengalahkan Curacao 2-0 pada saat bersamaan.
Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece mengaku bangga setelah timnya secara mengejutkan mengalahkan lawan terkuat di grup ini. Menurutnya, kemenangan bersejarah tersebut lahir dari keyakinan, kerja keras dan keberanian para pemain menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia.
“Kami mengalahkan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Kami tertinggal 0-1 setelah dua menit, tetapi tim tidak menyerah dan mampu membalikkan keadaan. Itu menunjukkan karakter para pemain,” kata Beccacece kepada wartawan saat jumpa pers.
Ia menyebutkan, timnya datang ke ajang ini dengan mimpi besar. “Kami datang ke sini dengan mimpi mencatatkan Piala Dunia terbaik untuk Ekuador. Kami meraih kemenangan terbesar dalam sejarah kami di Piala Dunia dan sekarang kami ingin melangkah lebih jauh lagi,” ujar Becaccece.
Beccacece menilai kemenangan atas Jerman bukanlah sebuah kebetulan. Ia menegaskan timnya hanya melanjutkan proses yang sudah dibangun sejak awal, meski sempat mendapat banyak kritik setelah hasil kurang memuaskan pada laga-laga sebelumnya.
Menurut pelatih asal Argentina itu, hasil positif ini menjadi bukti bahwa para pemain selalu percaya dengan filosofi permainan yang diterapkannya. Ia pun berharap publik terus memberikan dukungan kepada tim nasional.
“Kami tidak mengubah apa pun. Kami tetap memainkan sepak bola yang sama, hanya saja kali ini hasilnya berpihak kepada kami. Yang berubah hanyalah skor akhirnya. Saya ingin masyarakat Ekuador mencintai tim ini. Para pemain berasal dari latar belakang sederhana, bekerja keras, dan selalu memberikan segalanya untuk negara. Mereka pantas mendapatkan rasa hormat dan dukungan dari semua orang,” tuntas Becaccece.
Untuk diketahui, pemerintah Ekuador mengumumkan libur nasional usai kemenangan tersebut. Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin mengumumkan libur nasional di hari Jumat lewat Dekrit Eksekutif Nomor 431.
“Berdasarkan kemenangan bersejarah Timnas Ekuador melawan Jerman, Presiden Daniel Noboa Azin menyatakan hari Jumat 26 Juni 2026 sebagai libur nasional di seluruh Ekuador. Keputusan ini diresmikan melalui Dekrit Eksekutof No. 431. Keputusan ini berlaku untuk sektor publik dan swasta,” begitu pernyataan resmi yang dirilis pemerintah Ekuador.
Sementara pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, membela para pemainnya setelah timnya menelan kekalahan. Performa tim menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan intensitas permainan seperti biasanya.
Ia meminta publik menghentikan anggapan bahwa para pemain tidak bermain maksimal. “Tolong hentikan omong kosong ini, sungguh! Bukankah para pemain ingin beraksi dengan kecepatan penuh?” ujar Nagelsmann dikutip FotMob.
Walau demikian, Nagelsmann mengakui masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah menjaga ketenangan setelah unggul lebih dulu agar struktur permainan tidak mudah berubah. “Kita harus belajar bahwa setelah awal yang baik dan keunggulan di awal pertandingan, kita bisa bermain dengan lebih tenang, alih-alih tiba-tiba terlalu sering berganti posisi. Kita hanya perlu lebih sabar dan tetap lebih terstruktur dalam posisi kita,” katanya.***
