Ousmane Dembele, Pemain Timnas Prancis.
NEW JERSEY – Prancis memulai kiprah di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Senegal. Laga Grup I itu berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Rabu (17/6) pukul 02.00 dinihari WIB.
Laga nanti akan jadi pertemuan kedua mereka setelah Les Bleus tumbang 0-1 di laga terakhir grup Piala Dunia 2002. Kekalahan itu juga memastikan Prancis, si juara bertahan (1998), tereliminasi lebih awal dari turnamen sekaligus mengirim Senegal ke fase gugur.
Kini Prancis akan coba menghindari kejutan serupa sekaligus mencari modal berharga di laga nanti. Pelatih Prancis Didier Deschamps yakin, kekalahan dari Senegal sebelumnya tak akan berpengaruh.
“Para pemain ini tidak ada di sana (saat itu). Saya pun tidak ada di sana dan pemain bahkan ada belum lahir. Ada pemain yang masih berusia 3 atau empat tahun. Itu adalah bagian dari apa yang sudah terjadi, bagian dari cerita. Satu-satunya kesamaannya adalah itu pertandingan pertama mereka, dan mereka adalah dua tim yang sama. Mereka bukanlah pemain-pemain yang sama, dan tentu saja ceritanya kini akan berbeda,” kata Deschamps dilansir dari Marca.
Timnas Prancis mendapatkan suntikan semangat menjelang laga nanti. Bek andalan, William Saliba, dilaporkan sudah kembali berlatih penuh bersama skuad setelah sempat diragukan tampil akibat masalah cedera punggung. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi Deschamps yang ingin memulai turnamen dengan kekuatan terbaiknya.
Beberapa pekan terakhir, kondisi fisik Saliba menjadi perhatian serius setelah bek Arsenal tersebut mengalami kambuhnya cedera punggung yang sempat dirasakan saat final Liga Champions.
Laporan awal bahkan menyebutkan bahwa partisipasi pemain berusia 25 tahun itu di Piala Dunia 2026 terancam. Namun, Deschamps sejak awal berusaha meredam kekhawatiran tersebut dan menegaskan bahwa situasinya tidak seburuk yang diberitakan.
“Secara umum kondisi seluruh pemain sudah bagus dan siap menghadapi laga pertama kami di ajang ini. Laga pertama memang biasanya sulit, tetapi saya yakin para pemain mampu mengatasi kesulitan yang ada,” kata Deschamps.
Prancis adalah finalis Piala Dunia empat tahun lalu. Kala itu mereka dikalahkan Argentina lewat adu penalti, setelah dalam laga waktu normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 3-3.
Pemain Prancis Ousmane Dembele mengungkapkan, Prancis termotivasi menebus kekecewaan itu pada kali ini. Ia mengatakan, Prancis memang belum melupakan kekalahan dari Argentina.
“Tidak, tapi tentu saja hal itu membuat kami kecewa, tapi itu kan sudah empat tahun yang lalu. Banyak hal yang sudah terjadi di timnas Prancis, dan saya rasa timnas Argentina juga ada sedikit perubahan. Itu adalah sesuatu yang, pastinya, terus kami ingat-ingat. Namun, kekalahan itu memotivasi kami untuk melakukan yang lebih baik dari Piala Dunia kali ini,” kata Dembele kepada Marca.
Lantas bagaimana dengan laga melawan Senegal nanti?
Dembele menegaskan bahwa semua lawan di Piala Dunia merupakan tim yang pantas dihormati. “Kami tidak memilih dan memilah lawan. Semua peserta Piala Dunia sangat bagus, demikian juga Senegal. Dalam sejarah ajang ini mereka pernah mengalahkan Prancis. Di laga nanti, kami berjuang untuk tidak mengulangi hal yang sama,” kata pemain PSG itu.
Sementara itu, Timnas Senegal membawa modal kuat menuju ajang ini setelah menyelesaikan kualifikasi zona Afrika tanpa sekali pun menelan kekalahan.
Performa solid tersebut membuat Lions of Teranga menjadi salah satu wakil Afrika yang berpotensi memberi kejutan pada turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kekuatan utama Teranga Lions berada pada komposisi pemain yang mayoritas berkarier di kompetisi elite Eropa. Senegal membawa 20 pemain dari lima liga top Eropa, jumlah terbanyak di antara negara non-Eropa bersama Argentina.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengandalkan formasi 4-3-3 yang terbukti efektif dalam beberapa laga penting. Lini tengah menjadi salah satu sektor terkuat dengan kehadiran kapten veteran Idrissa Gueye yang masih menjadi motor permainan tim.
Di lini depan, Senegal masih mengandalkan ketajaman Sadio Mané yang menjadi pencetak gol terbanyak tim pada kualifikasi dengan lima gol. Selain itu, terdapat nama-nama seperti Iliman Ndiaye, Ismaïla Sarr dan striker Nicolas Jackson yang diproyeksikan menjadi ujung tombak serangan.
“Kami memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun di turnamen ini. Kami siap menghadapi Prancis, Mereka tim kuat, juara dunia. Kami akan berjuang dengan kemampuan terbaik kami,” ujar Pape Thiaw.***
