Laga Fulham kontra Liverpool.
LONDON – Fulham memberikan Liverpool ‘pukulan’ dengan meraih kemenangan 3-2 pada pekan ke-31 Liga Inggris di Craven Cottage, London, Minggu (6/4) malam WIB.
Dalam laga itu The Reds sempat unggul lebih dulu lewat Alexis Mac Allister (14). Namun The Cottagers bangkit dan membalas tiga gol masing-masing lewat aksi Ryan Sessegnon (23), Alex Iwobi (32′) dan Rodrigo Muniz (37′).
Di babak kedua, Liverpool cuma bisa membalas satu gol. Luis Diaz membawa skor menjadi 2-3, dan kedudukan bertahan hingga laga tuntas.
Manajer Fulham Marco Silva menilai kemenangan ini sangat pantas untuk timnya karena bermain lebih baik bahkan hampir sempurna. Terutama pada babak pertama.
“Babak pertama paling menyenangkan. Saya katakan sebelum laga bahwa kesempurnaan itu tidak ada, tapi kami harus mendekati kesempurnaan. Dan babak pertama kami benar-benar seperti itu,” kata Silva dikutip dari London Evening Standard.
Skuad Fulham dinilai sanggup memberikan tekanan kepada Liverpool walau tertinggal lebih dahulu. “Terlepas dari tembakan (Alexis) Mac Allister yang bagus, gol lawan seharusnya bisa kami cegah. Namun, reaksi dari tim sangat baik. Kami mampu melepaskan 10 tembakan dan mencetak 3 gol pada babak pertama. Namun, hal utama adalah cara kami menekan mereka dari menit pertama,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengatakan, performa agresif timnya membuat permainan lawan tak berkembang. “Ada dinamika yang bagus, tempo yang bagus dan energi tinggi,” kata Silva.
Hanya sayang, di babak kedua timnya mengalami penurunan performa. “Pada babak kedua, kami mulai kehilangan sedikit energi karena babak pertama yang begitu tinggi. Namun, secara keseluruhan, saya benar-benar yakin kami pantas menang,” tuturnya.
Fulham pun memelihara asa lolos ke kancah antarklub Eropa musim depan. Saat ini, mereka hanya terpaut 4 poin dari Manchester City yang berada di zona Liga Europa. Mereka juga hanya tertinggal 5 angka dari Chelsea yang berada di posisi ke-4 klasemen Premier League saat ini.
Bagi Silva, hal terpenting adalah mencapai target yang telah ditetapkan pada awal musim. “Target kami adalah berada di paruh atas klasemen pada musim ini. Kami telah meraih 3 poin (dari Liverpool pada pekan ke-31). Saya ingin semuanya untuk tetap membumi,” tegasnya.
Sementara itu manajer Liverpool Arne Slot tidak habis pikir timnya bisa kebobolan tiga gol dalam rentang 14 menit. Padahal Liverpool sebelumnya punya catatan impresif, belum terkalahkan di laga tandang sepanjang musim. Mereka juga untuk pertama kalinya kalah usai unggul duluan, sejak April 2023.
“14 menit bak petaka untuk kami. Terlepas dari performa Fulham dan penyelesaian akhirnya, gol-gol itu mutlak karena kesalahan kami. Secara keseluruhan, kami tidak pernah membuat kesalahan seperti ini, apalagi tiga kali dalam satu laga. Babak kedua lebih baik, tapi sulit untuk bisa menang di level seperti ini jika Anda kebobolan tiga gol di babak pertama.” ujar Slot di BBC Sport.
Slot melihat para pemainnya banyak melakukan kesalahan elementer di lini pertahanan. “Kesalahan-kesalahan yang kami lakukan tidak pernah terjadi sebelumnya dan itulah yang membedakan. Mengecewakan sekali memang untuk kami dan juga fans. Jika Anda membuat banyak kesalahan saat bertemu Fulham, maka mereka bisa menghukum,” ujar Slot di Independent.
Kekalahan dari Fulham mengakhiri laju tidak terkalahkan Liverpool selama 25 pertandingan Liga Inggris. Meski demikian, Si Merah toh masih nyaman menempati singgasananya dengan sisa tujuh pertandingan terakhir.
“Saya kira tidak ada alasan bagi kami untuk berpuas diri. Kami tidak menjadi tim teratas karena kami memenangi setiap pertandingan dengan selisih tiga atau empat gol. Saya kira orang-orang sudah melihat permainan kami, kami melakukan berupaya keras, bekerja sangat keras untuk memenangi banyak pertandingan sepakbola, tentu saja ditambah dengan kualitas yang kami punya,” tutur Slot.
Kapten The Reds Virgil van Dijk disorot karena dianggap jadi biang kerok kekalahan timnya. Van Dijk dan Ibrahima Konate sepanjang laga direpotkan Munoz sebagai andalan di lini serang Fulham.
Van Dijk bahkan berandil dalam terciptanya gol kedua dan ketiga Fulham, karena kalah duel. Menurut Squawka, Van Dijk cuma memenangi 40 persen duel dengan lawannnya, rasio terendahnya ketika melakukan minimal 10 duel atau lebih.
“Saya rasa Virgil van Dijk tampil sangat bagus kok. Dan jika Anda bermain 50-60 laga per musim, maka untuk pemain seperti dia pun, pasti bakal ada 1-2 momen tampil buruk. Tapi secara umum, saya rasa jika melihat performa Virgil saat bertemu Everton, dia justru tampil luar biasa, kecuali saat dia sekali gagal membuang bola,” tandas Slot.***
