Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Jakarta Timur, Jumat (5/6).
JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, kini sudah dapat dioperasikan kembali setelah sebelumnya sempat tidak difungsikan sejak proses renovasi halte pada 2025.
Dia pun mengakui hal itu disebabkan adanya miskomunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Memang, untuk Halte Senen ini pada waktu renovasi dilakukan menjadi Jaga Jakarta itu ada kontribusi dari pemerintah pusat melalui (Kementerian) PU. Jadi, ini masalah administrasi saja, tetapi sekarang sudah saya perintahkan untuk mulai dari kemarin dioperasionalkan secara menyeluruh, dan sudah beroperasi,” kata Pramono di Jakarta Timur, Jumat (5/6).
Selanjutnya, dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas JPO tersebut dengan baik.
“Mudah-mudahan, memberi manfaat bagi masyarakat. Jadi, betul-betul masalah komunikasi saja,” ujar Pramono.
Sebelumnya, pada 2 September 2025, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan pemerintah pusat akan menanggung perbaikan JPO dan halte Transjakarta di Senen dan Polda Metro Jaya.
Dia menyebutkan biaya perbaikan JPO dan halte Transjakarta di Senen dan Polda Metro Jaya itu akan menggunakan anggaran PU yang sudah disiapkan untuk keadaan darurat.
Pihaknya mencatat total kerugian dari rangkaian unjuk rasa di seluruh Indonesia saat itu sekitar Rp900 miliar dan menyediakan anggaran dengan nilai tersebut untuk mendukung percepatan renovasi fasilitas yang mengalami kerusakan.
“Kami sudah menganggarkan Rp900 miliar untuk seluruh Indonesia, bukan hanya untuk Jakarta. Insya Allah, cukup untuk menanggung dua JPO (Senen dan Polda Metro Jaya),” ungkap Dody.
Kendati demikian, diketahui beberapa waktu lalu masyarakat sempat memprotes karena JPO Senen belum dapat digunakan. Hal itu juga disoroti oleh akun media sosial @Ijoeel dan mendapatkan respon dari banyak pengikutnya. Menurut para pengguna Transjakarta, penutupan JPO Senen mempersulit mereka untuk melakukan transit. *
