Final Liga Champions 2025/2026 antara PSG dan Arsenal bakal sengit.
PARIS – Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal sama-sama bisa mencetak sejarah di Liga Champions. Les Parisiens dan The Gunners berhadapan di laga final yang berlangsung di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5) malam WIB.
PSG merupakan juara bertahan. Melansir laman UEFA, tim asuhan Luis Enrique itu bisa menjadi tim kedua yang mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah Real Madrid.
Sementara itu, Arsenal memburu gelar juara Liga Champions yang pertama. Sepanjang sejarah klub, Meriam London baru sekali lolos ke final pada musim 2005/2006.
Pada final itu, Arsenal menelan kekalahan 1-2 dari Barcelona. Gol dari Sol Campbell membawa Arsenal unggul di babak pertama, sebelum dibalas dua kali oleh Barcelona lewat Samuel Eto’o dan Juliano Belletti.
Laga nanti bisa menjadi final ideal. PSG merupakan tim paling produktif dengan torehan 40 gol dalam 16 pertandingan. Arsenal merupakan tim dengan pertahanan terkuat dengan catatan kebobolan enam kali dan sembilan clean sheet.
Luis Enrique mengatakan timnya sangat ingin memenangkan kompetisi bergengsi ini, karena akan membuat banyak orang bahagia. “Ketika Anda meraih gelar seperti yang kami raih tahun lalu, saat tak ada yang mengira kami bisa melakukannya, ada rasa sukacita dan kebanggaan dan bahkan hingga kini perasaan itu masih ada. Saya datang di klub ini dengan berpikir, “Tujuan saya adalah mencatat sejarah,” dan kami memang telah membuat sejarah, namun bagian itu kini telah. Kini kami ingin menyenangkan banyak orang lagi,” kata Enrique seperti dikutip laman uefa.com.
Namun ia sadar Arsenal sangat kuat, maka laga nanti bakal berjalan ketat. “Saya pikir mereka layak memenangkan liga karena menjalani musim yang luar biasa. Kami sudah pernah menghadapi Arsenal sebelumnya, jadi kami tahu kemampuan mereka. Tanpa bola, mereka adalah tim terbaik di dunia dan ketika menguasai bola mereka bisa mencetak banyak gol. Itu kombinasi yang luar biasa,” ujar Enrique.
Winger PSG Khvicha Kvaratskhelia mengungkap perbedaan lainnya dari tim yang lalu dan kini. Ia lebih menyoroti kematangan tim dalam mencari solusi untuk setiap lawan.
“Menurut saya sudah ada banyak perubahan, sebab banyak tim tahu bagaimana kami bermain musim lalu. Mereka mencoba memblok strategi-strategi kami, tapi kami menunjukkan bahwa kami bisa menemukan semua cara untuk bermain baik, menghadapi setiap lawan. Kami menghormati mereka (Arsenal), tapi kami tahu bahwa kami punya kualitas yang bisa mengalahkan setiap tim. Kami cuma harus fokus ke permainan sendiri dan itulah yang selalu kami coba lakukan,” ungkapnya di situs UEFA.
Kvaratskhelia menyebut timnya pantas mencapai tahap ini dan layak untuk juara lagi. “Kami tahu bahwa kami juara bertahan. Awal musim tak berjalan sesuai harapan kami. Setelah banyak pertandingan, kami tak cukup beristirahat, jadi kami saat itu harus segera menganalisis fakta bahwa kami masih harus menunjukkan ke semua orang bahwa kami layak juara musim lalu,” ungkapnya.
Sementara manajer Arsenal Mikel Arteta optimis timnya meraih gelar Liga Champions nanti. Hal itu terungkap dari video pesta Meriam London yang bocor ke publik. Dia dengan percaya diri menyebut timnya bakal juara Eropa. “Pada hari Sabtu, kita akan menjadi juara Eropa!” kata Arteta yang disambut gemuruh tamu di hadapannya.
Pemain Arsenal Declan Rice menjanjikan Meriam London bakal sangat habis-habisan di Budapest. “Kami perlu menampilkan performa kelas A untuk mengalahkan PSG. Kami butuh bahan bakar itu sejak pluit pertama, bahwa kami ingin memenangi final ini. Inilah kompetisi terbesar di sepakbola. Final Liga Champions, tidak ada yang lebih besar. Sebuah kesempatan dan peluang yang besar sekali,” kata Rice di situs UEFA.
Rice menyebut lawan PSG harus benar-benar tajam di kotak penalti. “PSG tim yang sangat bagus. Kami melawan mereka dalam dua leg musim lalu dan siapa pun bisa saja menang kala itu. Jadi untuk sekarang, semoga tim terbaik menang. Apa yang kami pelajari dari kekalahan di semifinal musim lalu? Bahwa kami harus mengambil kesempatan kami, sebab kami punya banyak waktu itu. Memang belum jodohnya, tapi momen-momen itulah yang mempersiapkan kami untuk momen-momen yang akan datang. Kami akan siap,” ujarnya.***
