TARAKAN(LB)– Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyatakan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya pemerintah.
“Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga melalui program-program produktif yang berkelanjutan,” ujar Djati di Tarakan, Minggu (17/5).
Djati menjelaskan, Polda Kaltara fokus mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani. Pendampingan dilakukan melalui kelompok tani penanaman jagung serta penyaluran bantuan berupa alat pertanian, bibit, dan pupuk.
Ia menyebut, Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Polri yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, menjadi motivasi bagi jajaran kepolisian, termasuk Polda Kaltara, untuk mengoptimalkan lahan produktif.
Hingga saat ini, Polda Kaltara telah memetakan dan mengelola lahan jagung seluas 842 hektare di seluruh wilayah Kaltara. Dari total tersebut, 244 hektare telah ditanami.
Data Bulog mencatat, serapan hasil panen jagung di wilayah Kaltara mencapai 19,87 ton. Hasil panen dari petani binaan Polda Kaltara, Polresta, dan Polres jajaran akan disalurkan ke Bulog untuk memenuhi kebutuhan stok yang nantinya didistribusikan kembali kepada petani yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan program-program yang dilakukan kepolisian ini bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Polda Kaltara,” kata Djati.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tarakan Muhammad Yunus mengapresiasi langkah Polda Kaltara dalam mengoptimalkan lahan untuk ketahanan dan swasembada pangan nasional.
“Apa yang dilakukan kepolisian, khususnya membantu para petani, saya rasa sangat bagus. Hanya setengah hektare lahan yang dioptimalkan di Mamburungan Timur sudah menghasilkan 500 kilogram. Apalagi kalau ratusan hektare,” ujar Yunus.
