Industri Film Bisa Jadi Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jakarta

Kepala KPw BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan.

JAKARTA (LB)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta menyatakan bahwa industri kreatif khususnya film dapat menjadi pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota karena sektor tersebut mempunyai efek pengganda (multiplier effect).

“Industri ini (film) cocok bagi Jakarta karena 50 persen merupakan anak muda,” kata Kepala KPw BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan di Jakarta, Rabu (6/5).

Iwan mengatakan bahwa industri kreatif khususnya film memiliki “multiplier effect”, dan merambah hampir ke semua sektor, sehingga dapat menjadi pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta.

Selain itu, industri film juga tidak dinilai mengeksplorasi sumber daya alam karena termasuk industri kreatif dan inovatif.

Menurut dia, contoh kota-kota di dunia yang sudah berhasil mengembangkan sektor industri kreatif khususnya film cukup banyak dan hasilnya baik, salah satunya di Busan, Seoul, Korea Selatan, dan masih banyak lagi kota lainnya yang berhasil pada sektor perfilman.

“Film itu memberikan multiplier effect yang luar biasa kepada sektor-sektor lain, di mana industri ini akan mengakselerasi pertumbuhan dari fesyen, makanan, transportasi dan lainnya,” ujarnya.

Iwan menambahkan pertumbuhan digital di Jakarta juga yang paling cepat di antara kota lainnya, dan ini dapat menjadi modal penting untuk mengangkat sektor film.

Tidak hanya itu, alam, budaya, infrastruktur dan lainnya, kata Iwan, juga mendukung bagi para pelaku industri kreatif untuk bisa memanfaatkan sebagai bagian dari pembuatan film.

“Kita kembali ke data yang menunjukkan bahwa industri film lokal sedang naik daun. Ada 500 lebih judul film yang tayang pada 2025, di mana 270 filmnya produksi domestik,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menguatkan kolaborasi internasional untuk mempercepat langkah mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema, salah satunya bersama Kota Busan, Korea Selatan.

Hal ini ditandai dengan kunjungan Delegasi Busan Film Commission pada 9–10 April 2026 di Balai Kota Jakarta, yang menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem industri perfilman di ibu kota.

Delegasi itu dipimpin oleh Director sekaligus Presiden Asian Film Commision Network (AFC Net), Kang Sung Kyu.

“Jakarta punya potensi besar sebagai pusat industri kreatif, termasuk perfilman. Kehadiran Jakarta Film Commission nantinya diharapkan menjadi pintu masuk layanan terpadu yang memudahkan sineas, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berkarya di Jakarta,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/4).

Rano mengatakan Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan langkah untuk bergabung dalam AFC Net, sebuah jaringan internasional yang menghubungkan berbagai film commission di kawasan Asia dan dunia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *