Petugas BPBD meninjau ketinggian dan aliran air di Sungai Cipamingkis belum lama ini.
CIBINONG (LB)- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Bogor, Ade Hasrat menuturkan penyebab bencana banjir di tiga Kecamatan yaitu Sukamakmur, Cariu dan Jonggol dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi.
Ade Hasrat pun membantah terjadi kesalahan atau pelanggaran tata ruang, karena di hulu Sungai Cipamingkis, kondisi alamnya masih terbilang baik.
“Bencana banjir pada Jumat kemarin bukan adanya pelanggaran tata ruang atau terjadi ekploitasi alam, tetapi karena kondisi curah hujan yang cukup tinggi,” tutur Ade Hasrat kepada wartawan, Rabu (6/5).
Ade Hasrat menerangkan struktur tanah dan karakter Sungai Cipamingkis memang berbeda, dengan kawasan atau daerah lainnya.
“Debit Sungai Cipamingkis itu rendah, namun ketika terjadi hujan yang cukup tinggi, tinggi mata air pun tiba -tiba naik. Ini fenomena yang biasa terjadi,” terangnya.
Walaupun dampak bencana banjir terjadi di tiga kecamatan yang berada di ujung timur Kabupaten Bogor, namun daya rusaknya sangat rendah, di mana hanya dua unit rumah yang terdampak.
BPBD Kabupaten Bogor pun sudah melaporkan penyebab bencana banjir kemarin ke pejabat BPBD Jawa Barat, saat meninjau ke Kampung Parakan Panjang, Desa dan Kecamatan Sukamakmur.
“Bencana banjir kemarin hanya berupa lintasan dan air pun beberapa jam kemudian sudah surut tinggi mata airnya, jumlah rumah yang mengalami kerusakan hanya dua unit di Kampung Parakan Panjang RT 01, RW 02, Desa dan Kecamatan Sukamakmur, itu pun rusak ringan,” sambung mantan Kepala Inspektorat tersebut.
Ia menambahkan, sebelumnya langkah mitigasi bencana sudah dilakukan jajarannya, berupa pembentukan relawan desa tangguh bencana (Destana) dan penanaman ribuan pohon di hulu Sungai Cipamingkis. “Tak hanya Pemkab Bogor, Kementerian Pekerjaam Umum pun sedang melakukan mitigasi bencana berupa membangun Bendungan Cijurey dan Cibeet, di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari,” tambah Ade. *
